Tahukah bahwa Indonesia memasuki masa penuaan penduduk? Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa penduduk berusia 60 tahun ke atas sudah melewati 10 persen, dan pada 2025 angkanya mencapai 11,93 persen. Penuaan penduduk membuat semakin banyak pekerja berusia paruh baya yang tetap aktif, baik melanjutkan pekerjaan yang ada maupun mencari kesempatan baru.
Usia pensiun juga ikut berubah. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 menetapkan usia pensiun menjadi 59 tahun mulai 2025, dengan kenaikan satu tahun setiap tiga tahun hingga mencapai 65 tahun pada 2043. Dengan masa kerja yang semakin panjang, semakin terbuka kemungkinan bagi pekerja di usia ini untuk berganti pekerjaan bahkan karier sekaligus.
Mengambil keputusan untuk berganti karier tentu menakutkan. Saat ini, tenaga muda memasuki pasar kerja, sementara teknologi dan AI berkembang pesat dan mengubah cara kerja di berbagai bidang. Bagi pekerja paruh baya, kondisi ini menuntut penyesuaian, termasuk mempelajari teknologi dan cara kerja yang baru.
Di sisi lain, pekerja paruh baya memiliki keuntungan. Mereka mempunyai kemampuan, pengalaman panjang, kepercayaan diri, serta jaringan kerja yang tetap relevan di berbagai industri.
Berikut beberapa langkah sederhana untuk mempertimbangkan perubahan karier di usia paruh baya.
Pekerja di usia paruh baya sering dianggap sudah mapan secara finansial. Karena itu, berganti karier bukan keputusan mudah, apalagi jika harus menerima pendapatan yang lebih rendah atau mulai dari awal di pekerjaan baru.
Agar lebih tenang sebelum membuat keputusan, siapkan jaring pengaman keuangan. Lucia Mulati, HR Expert dan Career Coach, menyarankan, “Sisihkan sebagian penghasilan sebagai dana darurat sebelum membuat keputusan penting, sehingga ketika siap berganti karier, kondisi keuangan tetap aman.”
Namun, pindah karier tidak selalu berarti gaji lebih kecil. “Beberapa pekerjaan menawarkan pendapatan yang lebih baik atau peluang berkembang yang lebih besar, terutama jika keterampilan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Salah satu keuntungan bagi pekerja paruh baya adalah pengalaman kerja yang panjang dan skill yang beragam, meskipun tidak semuanya dibutuhkan di pekerjaan yang baru. Momentum ini bisa dipakai untuk melihat kembali pencapaian yang sudah diraih dan skill apa saja yang bisa ditonjolkan kepada calon pemberi kerja.
Masa ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan skill baru. Lucia menyarankan agar kandidat membandingkan skill yang dimiliki dengan kebutuhan posisi yang dituju. Dari situ, buat daftar skill yang sudah sesuai dan yang masih perlu ditingkatkan.
Selain mengembangkan keterampilan baru, ada banyak hal lain yang juga perlu terus dipelajari, seperti perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk AI yang kini makin banyak digunakan di berbagai pekerjaan. Cara kerja juga terus berubah, dengan semakin banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh dan online. “Seiring bertambahnya usia, tidak jarang muncul keengganan untuk kembali belajar hal-hal yang terasa asing. Di sinilah pentingnya bersikap terbuka, karena di usia berapa pun, mempelajari hal baru akan selalu bermanfaat,” ujarnya.
Kesempatan menambah pengalaman juga bisa didapatkan dengan terlibat dalam kegiatan sosial atau melakukan pekerjaan lepas yang relevan. Langkah-langkah ini akan menambah kepercayaan diri sebelum memutuskan berganti karier.
Jangan kecil hati bila belum memiliki skill tertentu. Ingat kembali skill yang sudah ada, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, penyelesaian masalah, dan kepemimpinan yang sudah dikumpulkan puluhan tahun lamanya. Semua kualitas ini akan berguna untuk karier berikutnya.
Mencantumkan usia dalam CV saat ini bukan lagi kewajiban. Yang lebih penting adalah penjelasan tentang skill, pengalaman, dan karakter kerja.
Banyak perusahaan memang memilih kandidat berusia lebih muda, tapi ada juga yang menghargai kedewasaan, stabilitas, dan pengalaman. “Susun CV yang menekankan pengalaman, life skill, keahlian yang bisa diterapkan di pekerjaan baru, dan perspektif yang dibawa,” ujar Lucia.
Saat menyiapkan lamaran, jelaskan dengan jelas alasan melamar pekerjaan di usia yang tidak lagi muda. Perusahaan akan lebih terbuka terhadap berbagai latar belakang jika mereka memahami bahwa keputusan melamar dibuat dengan pertimbangan matang.
Jika masih ragu melamar pekerjaan karena usia, ingat kembali apa saja yang sudah dicapai sejauh ini: bekerja dengan berbagai tipe orang, menghadapi banyak tantangan, dan melewati berbagai perubahan di bidang kerja. Semua hal ini adalah nilai tambah yang bisa ditawarkan kepada calon pemberi kerja.
Pekerja paruh baya sering merasa ragu untuk mengambil keputusan karier yang baru karena khawatir dengan ketidakpastian yang mungkin muncul. Hal ini wajar dan tidak harus dihadapi sendirian. Coba berdiskusi dengan orang yang sudah lebih dulu bekerja di industri yang dituju untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang pekerjaan dan kualifikasi yang dicari.
“Tanyakan apa saja tugas mereka, skill apa yang penting, dan hal-hal yang mereka harap sudah mereka ketahui sejak awal. Informasi seperti ini membantu memahami keseharian pekerjaan dan membuat persiapan lebih tepat,” kata Lucia.
Selain itu, tetap jaga relasi dengan kolega dan manajer lama. “Berganti karier bukan berarti memutus kontak. Koneksi bermanfaat untuk memberikan dukungan, saran, atau bahkan mengarahkan pada kesempatan baru,” ujar Lucia.
Berganti karier di usia paruh baya adalah langkah besar, tetapi tetap mungkin dilakukan dengan persiapan yang tepat. Bertahun-tahun membangun skill dan pengalaman justru menjadi kekuatan yang bisa digunakan untuk menemukan peran yang lebih sesuai di tahap karier berikutnya.