Ringkasan
Infografis adalah salah satu alat yang efektif untuk meningkatkan produktivitias kerja, terutama pada era digital seperti sekarang. Dengan memanfaatkan gambar visual yang menarik, infografis mampu mengemas informasi secara ringkas, padat, menarik, dan efektif.
Bagi kamu yang tertarik berkarier sebagai desain grafis, content creator, digital marketer, atau pengajar, infografis dapat membantumu bekerja lebih produktif.
Yuk, cari tahu lebih lanjut seperti apa itu fungsi infografis, jenis, hingga cara membuatnya dalam artikel ini.
Pengertian infografis adalah informasi yang ditampilkan melalui kombinasi teks dan berbagai elemen visual. Contohnya seperti gambar, grafik, ilustrasi, diagram, dan tipografi.
Media visual, yang menjadi cikal bakal infografis, memiliki peran penting dalam membantu mengkomunikasikan ide sejak awal abad ke-20. Dilansir dari Picture Superiority Effect, isyarat visual lebih mudah diingat oleh memori manusia dibandingkan dengan kata-kata.
Itulah mengapa, informasi yang disampaikan dalam bentuk infografis lebih diminati dan mampu meningkatkan engagement.
Tidak jarang, orang menganggap infografis sama seperti poster, karena keduanya dirancang dari kombinasi teks dan visual. Padahal, infografis dan poster memiliki perbedaan yang menonjol, lho.
Perbedaan infografis dan poster bisa kamu lihat melalui aspek berikut:
Dengan karakteristiknya tersebut yang sangat efektif merangkum data kompleks, kamu dapat menggunakan infografis yang menarik untuk menunjang produktivitas kerja, misalnya untuk merangkum hasil meeting, membuat SOP, atau memaparkan laporan bulanan
Seperti apa tujuan infografis dalam menunjang produktivitas kerja? Berikut penjelasannya:
Infografis sangat berguna saat kamu harus mempresentasikan rundown atau susunan acara suatu event. Kamu bisa mengombinasikan tabel, list, dan keterangan tulisan untuk menyajikan informasi jadwal kegiatan secara simpel melalui infografis.
Banyaknya tugas terkadang membuat kita sulit untuk mengatur jadwal dan prioritas sehari-hari. Agar tidak kewalahan, kamu bisa membuat jadwal dan prioritas dalam format infografis. Susun secara harian atau mingguan sesuai kondisi dan kebutuhan.
Kamu juga bisa menggunakan infografis untuk menjabarkan deadline kerja. Fungsi satu ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Dalam setiap pekerjaan, tambahkan keterangan deadline agar kamu bisa bekerja tepat waktu.
Lantas, jenis-jenis infografis seperti apa yang sebaiknya dibuat untuk menunjang produktivitas kerja? Sebetulnya, kamu bebas menggunakan jenis infografis apa pun.
Nah, sebagai inspirasi, kamu bisa cek jenis dan contoh infografis simpel berikut ini.
Kalau kamu harus membuat konten berisi angka, infografis statistik adalah pilihan tepat. Biasanya, jenis infografis ini dipilih untuk menyajikan hasil survei, riset, atau rangkuman data. Hasilnya, data angka yang kompleks pun jadi terlihat lebih menarik dan cepat dipahami.
Kamu tidak harus jago desain untuk membuat infografis statistik, kok. Ada banyak template infografis di aplikasi desain yang bisa kamu gunakan. Jadi, kamu tidak perlu membuatnya dari awal. Berikut contoh infografis statistik:
(Source: Salbine B. on Canva)
Infografis list berisi daftar informasi mengenai suatu topik. Kamu bisa membuat infografis list untuk menyusun jadwal acara, prioritas kerja, atau deadline. Berikut contoh sederhana infografis list:
(Source: Streakside on Canva)
Setelah memilih jenis infografis yang akan dibuat, kamu harus menentukan ukuran desainnya.
Sebagai rekomendasi, berikut standar ukuran infografis yang ideal untuk masing-masing platform:
Baca Juga: Ini Dia Skill yang Harus Kamu Miliki untuk Menjadi Seorang Content Creator!
Tak hanya jenis dan ukuran, kamu juga perlu memperhatikan berbagai elemen penting saat membuat infografis. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:
Infografis adalah informasi yang disajikan dengan menggabungkan teks dan visual. Susunlah kombinasi tersebut secara teratur agar nyaman saat dibaca.
Idealnya, infografis berbentuk vertikal dengan alur membaca dari atas ke bawah, serta kiri ke kanan terutama untuk media sosial.
Setiap infografis memiliki fokus informasi. Perhatikan titik fokus tersebut agar informasi yang paling penting bisa langsung terbaca. Misalnya, kamu bisa menyajikan tulisan dalam format bold untuk menekankan kalimat tertentu.
Sebaiknya, batasi maksimal tiga jenis font saat membuat infografis. Gunakan setiap jenis font untuk judul, sub-judul, dan konten.
Tak kalah penting, pastikan jenis-jenis font tersebut terlihat harmonis ketika dipadukan dengan satu sama lain.
Jangan lupa atur margin agar infografis terlihat seimbang. Biasanya, desain infografis memiliki jarak margin yang sama di bagian kanan, kiri, atas, dan bawah. Selain itu, atur juga jarak antar tiap elemen dalam infografis.
Infografis akan lebih nyaman dibaca jika kamu menggunakan paduan warna yang harmonis. Jika bingung, kamu bisa mencari inspirasi palette warna di internet. Sesuaikan juga warna tersebut dengan topik konten infografis yang kamu buat untuk memperkuat pesan.
Simbol dan ikon juga penting dalam membuat infografis yang efektif. Kamu bisa menggunakan jenis ikon linear, monocolor, atau multicolor. Sebaiknya, cukup gunakan satu jenis ikon supaya infografis terlihat konsisten.
Sementara itu, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya kamu hindari ketika menyusun infografis:
Kalau kamu asal-asalan mengatur tata letak infografis, informasi di dalamnya akan sulit terbaca. Oleh sebab itu, aturlah tata letak setiap elemen dalam infografis dengan rapi dan proporsional. Untuk mempermudah menyusun tata letak, kamu bisa membuat sketsa kasar terlebih dahulu di sebuah kertas.
Hindari memasukkan teks terlalu banyak. Hal ini dapat merusak tampilan infografis sekaligus mempersulit pembaca memahami isi konten. Usahakan tulis teks secara singkat, padat, dan jelas pada poster infografis.
Tipografi adalah teknik mengatur huruf dan teks untuk menunjang suatu konten visual, termasuk infografis. Gunakan maksimal tiga jenis font saja untuk isi, sub-judul, dan judul. Lalu, atur ukuran dan letak teks secara seimbang agar audiens bisa mudah membaca informasi.
White space berfungsi mengarahkan pembaca dari satu titik ke titik lain hingga mencapai kesimpulan. Perhatikan white space saat membuat infografis agar audiens bisa memahami informasi dengan jelas, terutama di media sosial.
Terlalu banyak warna dalam satu infografis akan menyulitkan pembaca untuk memahami isinya. Di sisi lain, terlalu sedikit warna juga membuat infografis terlihat kurang menarik. Sebaiknya, gunakan 2-3 warna saja sebagai warna dasar, pelengkap, dan aksen.
Gunakan satu jenis ikon yang seragam. Terlalu banyak bentuk ikon bisa mengganggu tampilan infografis. Pastikan juga ikon tersebut relevan dengan topik informasi yang dibahas, ya.
Meskipun tidak ada aturan khusus mengenai panjang pendek infografis, sebaiknya hindari membuat konten yang terlalu panjang.
Isi yang panjang dapat membuat infografis terlihat overwhelming sehingga mudah dilupakan. Sebagai alternatif, ringkaslah informasi dalam bentuk poin-poin atau sajikan menjadi infografis bersambung.
Dengan mempertimbangkan berbagai dos and don’ts di atas, kini saatnya kamu membuat infografis untuk menunjang produktivitas. Berikut adalah cara membuat infogrags yang bisa kamu ikuti:
Konten infografis seperti apa yang ingin kamu buat? Apakah untuk menyusun jadwal acara, deadline pekerjaan, atau lainnya? Adanya topik dapat memudahkanmu untuk menulis teks yang tepat. Jadi, pastikan kamu memilih topik terlebih dahulu sebelum membuat infografis.
Setelah menentukan topik, kumpulkan seluruh data yang relevan. Setelah itu, ubah data ke dalam bentuk grafik yang sesuai. Misalnya, konten berisi daftar pekerjaan bisa kamu tampilkan dalam bentuk list.
Tata letak grid berfungsi mengarahkan pandangan pembaca dari satu titik ke titik lain. Agar pengalaman membaca berjalan lancar, atur tata letak grid dan elemen dengan rapi hingga tampak nyaman dibaca.
Untuk menghemat waktu dan tenaga, gunakan pola desain atau template infografis. Kamu bisa mendapatkan template infografis gratis dan legal di berbagai website. Pilih template yang sesuai dengan topik informasimu, ya.
Setelah infografis selesai, cek kembali keseluruhan tampilannya. Apakah pemilihan warna dan font sudah tepat? Bagaimana dengan tata letak margin dan grid? Lalu, apakah ada typo? Segera lakukan editing jika kamu menemukan bagian yang kurang tepat.
Kalau kamu masih awam atau baru pertama kali membuat infografis, kamu tidak perlu khawatir.
Pasalnya, saat ini sudah tersedia banyak tools untuk membuat infografis. Beberapa di antaranya bahkan bisa kamu gunakan secara gratis dan legal, lho.
Berikut rekomendasi tools untuk membuat infografis:
Membuat infografis di Canva sangat mudah karena ada ribuan template gratis yang tersedia di dalamnya.
Selain itu, Canva juga menyediakan aset visual gratis dan legal, seperti ikon, elemen grafis, teks, hingga gambar yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik tampilan dengan sistem drag-and-drop.
Snappa mempunyai beragam fitur dasar untuk merancang desain grafis sederhana secara online tanpa membebani komputer.
Salah satunya adalah fitur template desain vertikal yang bisa diadaptasi menjadi infografis ringkas untuk kebutuhan blog atau email marketing.
Platform desain instan milik Adobe satu ini menjadi favorit banyak grafik desainer. Antarmukanya sangat sederhana namun fitur-fiturnya cukup modern dan terintegrasi dengan aset Adobe Stock.
Selain template infografis, kamu juga akan menemukan fitur pembuatan video Reels dan TikTok dengan cepat.
Infogram adalah tool khusus untuk membuat infografis berbasis data. Salah satu fitur unggulannya adalah pembuat bagan interaktif (chart maker) yang penting untuk proses analisis data.
Kamu bisa menggunakan fitur tersebut untuk meng-input data mentah dari Excel dan otomatis mengubahnya menjadi grafik visual yang sangat rapi.
Tool satu ini cocok untuk kamu yang mencari template infografis berdesain clean dan profesional untuk presentasi korporat.
Selain itu, PiktoChart juga menyediakan stok aset visual ilustrasi yang cukup beragam. Setelah desain selesai, kamu dapat mengunduhnya dalam format PNG berkualitas tinggi.
Nah, kini kamu bisa membuat infografis untuk menunjang produktivitas kerja, seperti untuk menyajikan jadwal kegiatan, mengatur aktivitas harian sesuai prioritas, atau menjabarkan deadline pekerjaan tim.
Infografis menjadi alternatif yang disukai banyak orang ketika harus menyajikan informasi dan data, dari yang sangat sederhana hingga urusan yang kompleks.
Dengan menggabungkan elemen teks dan visual dalam satu lembar desain, informasi penting dan panjang pun bisa tersampaikan dengan cepat, efisien, dan mudah diingat oleh rekan kerjamu.
Apalagi, membuat infografis tidak sesulit yang dibayangkan, kok. Mengingat saat ini ada banyak template gratis dan tools praktis yang bisa digunakan tanpa memerlukan skill penguasaan software desain tingkat tinggi, seperti Photoshop/Illustrator.
Bagaimana? Semakin tertarik membuat infografis? Perhatikan langkah-langkah di atas supaya infografis kamu efisien, ya.
Nantinya, skill yang kamu bangun dari proses visualisasi data ini akan sangat berguna di dunia kerja, lho. Apalagi jika kamu minat berkarier sebagai Desainer Grafis, Data Researcher, atau Manajer Proyek. Infografis yang sudah kamu buat juga bisa dijadikan portofolio kuat untuk melamar kerja.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Apa yang dimaksud dengan infografis?
Infografis adalah media penyampaian informasi yang dikemas melalui kombinasi teks dan berbagai elemen visual seperti gambar, ilustrasi, dan semacamnya.
Contoh infografis apa saja?
Beberapa contoh infografis adalah infografis statistik, list, geografis, linimasa, dan perbandingan.
Apa tujuan dari dibuatnya infografis?
Secara umum, tujuan pembuatan infografis adalah untuk menyampaikan data atau informasi yang kompleks melalui visual sederhana, sehingga bisa lebih mudah dimengerti oleh target audiens.
Bagaimana cara membuat infografis yang menarik?
- Tentukan topik
- Kumpulkan data dan ubah ke dalam bentuk grafik
- Atur tata letak grid
- Gunakan template infografis
- Cek dan atur ulang tampilan infografis.
Apa saja ciri-ciri infografis?
Ciri-ciri utama infografis adalah menggunakan kombinasi teks dan elemen visual seperti gambar, ilustrasi, ikon, dan grafik.
Di mana membuat infografis?
Kamu bisa membuat infografis menggunakan tools online seperti Canva, Adobe Spark, Snappa, PiktoChart, dan Infogram.
Apa perbedaan antara infografis dan poster biasa?
Poster biasanya lebih menonjolkan aspek promosi persuasif atau imbauan besar dengan teks yang sangat sedikit (misalnya poster konser atau larangan merokok). Sedangkan infografis murni digunakan untuk edukasi dan penjabaran data yang lebih rinci dan kompleks.