Cara Membuat Infografis untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja

Cara Membuat Infografis untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 13 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Infografis adalah informasi yang disampaikan melalui perpaduan teks singkat dan visualisasi (grafik, ikon, gambar) agar mudah dan cepat dipahami otak manusia dibandingkan teks panjang.
  • Untuk produktivitas internal, infografis sangat berguna untuk meringkas jadwal acara (rundown), menyusun prioritas harian, hingga merepresentasikan deadline pekerjaan.
  • Elemen kunci pembuatan infografis meliputi susunan visual berurutan (dari atas ke bawah), titik fokus informasi, konsistensi 2-3 jenis font dan warna, serta pemanfaatan ruang kosong (white space).
  • Jangan membuat teks yang terlalu padat, menumpuk ikon yang tidak seragam, atau menggunakan kombinasi warna menyilaukan yang justru membuat infografis sulit dibaca (overwhelming).
  • Kini proses pembuatan infografis lebih mudah berkat tools online berbasis drag-and-drop seperti Canva, Adobe Express, Piktochart, atau Infogram yang menyediakan ribuan template.

Infografis adalah salah satu alat yang efektif untuk meningkatkan produktivitias kerja, terutama pada era digital seperti sekarang. Dengan memanfaatkan gambar visual yang menarik, infografis mampu mengemas informasi secara ringkas, padat, menarik, dan efektif. 

Bagi kamu yang tertarik berkarier sebagai desain grafis, content creatordigital marketer, atau pengajar, infografis dapat membantumu bekerja lebih produktif. 

Yuk, cari tahu lebih lanjut seperti apa itu fungsi infografis, jenis, hingga cara membuatnya dalam artikel ini.

⁠Apa Itu Infografis? 

Pengertian infografis adalah informasi yang ditampilkan melalui kombinasi teks dan berbagai elemen visual. Contohnya seperti gambar, grafik, ilustrasi, diagram, dan tipografi. 

Media visual, yang menjadi cikal bakal infografis, memiliki peran penting dalam membantu mengkomunikasikan ide sejak awal abad ke-20. Dilansir dari Picture Superiority Effect, isyarat visual lebih mudah diingat oleh memori manusia dibandingkan dengan kata-kata.  

Itulah mengapa, informasi yang disampaikan dalam bentuk infografis lebih diminati dan mampu meningkatkan engagement. 

Tidak jarang, orang menganggap infografis sama seperti poster, karena keduanya dirancang dari kombinasi teks dan visual. Padahal, infografis dan poster memiliki perbedaan yang menonjol, lho.

⁠Perbedaan Infografis dan Poster 

Perbedaan infografis dan poster bisa kamu lihat melalui aspek berikut:

  • Fungsi dan tujuan: Biasanya, poster berisi representasi visual untuk mengimbau, membujuk, atau meyakinkan audiens agar mau melakukan sesuatu. Sementara itu, infografis memuat informasi yang lebih kompleks dan disajikan dalam bentuk visual sederhana agar mudah dimengerti audiens. 
  • Isi konten: Poster hanya berfokus pada satu pesan tunggal yang kuat dan langsung pada intinya agar bisa dipahami sambil lalu. Di sisi lain, infografis menjabarkan banyak data, fakta, statistik, atau alur proses (storytelling) yang saling berkesinambungan dari awal hingga akhir.
  • Penggunaan teks dan visual: Pada poster porsi teks sangat minim. Poster lebih menonjolkan satu gambar, foto, atau tipografi utama berukuran besar untuk sekadar menarik perhatian. Adapun infografis porsi teksnya lebih banyak dari poster, namun dipecah ke dalam poin-poin ringkas yang diseimbangkan secara rapi dengan elemen ilustrasi, grafik (chart), diagram, atau ikon.

Dengan karakteristiknya tersebut yang sangat efektif merangkum data kompleks, kamu dapat menggunakan infografis yang menarik untuk menunjang produktivitas kerja, misalnya untuk merangkum hasil meeting, membuat SOP, atau memaparkan laporan bulanan 

⁠Fungsi dan Tujuan Infografis untuk Produktivitas Kerja 

Seorang karyawan sedang membaca infografis laporan keuangan perusahaan.

Seperti apa tujuan infografis dalam menunjang produktivitas kerja? Berikut penjelasannya: 

1. Dapat mempresentasikan jadwal kegiatan lebih singkat dan mudah dipahami 

Infografis sangat berguna saat kamu harus mempresentasikan rundown atau susunan acara suatu event. Kamu bisa mengombinasikan tabel, list, dan keterangan tulisan untuk menyajikan informasi jadwal kegiatan secara simpel melalui infografis.  

2. Dapat mengatur jadwal sesuai prioritas  

Banyaknya tugas terkadang membuat kita sulit untuk mengatur jadwal dan prioritas sehari-hari. Agar tidak kewalahan, kamu bisa membuat jadwal dan prioritas dalam format infografis. Susun secara harian atau mingguan sesuai kondisi dan kebutuhan. 

3. Dapat menjabarkan deadline pekerjaan dengan lebih mudah 

Kamu juga bisa menggunakan infografis untuk menjabarkan deadline kerja. Fungsi satu ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Dalam setiap pekerjaan, tambahkan keterangan deadline agar kamu bisa bekerja tepat waktu

⁠Jenis dan Contoh Infografis untuk Produktivitas Kerja 

Berbagai infografis di atas kertas.

Lantas, jenis-jenis infografis seperti apa yang sebaiknya dibuat untuk menunjang produktivitas kerja? Sebetulnya, kamu bebas menggunakan jenis infografis apa pun.  

Nah, sebagai inspirasi, kamu bisa cek jenis dan contoh infografis simpel berikut ini. 

Infografis statistik 

Kalau kamu harus membuat konten berisi angka, infografis statistik adalah pilihan tepat. Biasanya, jenis infografis ini dipilih untuk menyajikan hasil survei, riset, atau rangkuman data. Hasilnya, data angka yang kompleks pun jadi terlihat lebih menarik dan cepat dipahami.  

Kamu tidak harus jago desain untuk membuat infografis statistik, kok. Ada banyak template  infografis di aplikasi desain yang bisa kamu gunakan. Jadi, kamu tidak perlu membuatnya dari awal. Berikut contoh infografis statistik:

(Source: Salbine B. on Canva)

Infografis list

Infografis list berisi daftar informasi mengenai suatu topik. Kamu bisa membuat infografis list  untuk menyusun jadwal acara, prioritas kerja, atau deadline. Berikut contoh sederhana infografis list:

(Source: Streakside on Canva)

⁠Ukuran Infografis yang Ideal 

Setelah memilih jenis infografis yang akan dibuat, kamu harus menentukan ukuran desainnya.

Sebagai rekomendasi, berikut standar ukuran infografis yang ideal untuk masing-masing platform

  • Untuk konten vertikal TikTok/Reels: 1080 x 1920 piksel (Rasio 9:16).
  • Untuk platform Instagram (Feed): 1080 x 1350 piksel (Rasio vertikal standar) atau Carousel kotak (1080 x 1080 piksel).
  • Untuk platform website atau blog: 800 x 2000 piksel (atau disesuaikan dengan tata letak scrolling situs).
  • Untuk media papan iklan atau poster besar cetak: 18 x 24 inci.
  • Untuk media brosur atau poster standar: 11 x 17 inci.
  • Untuk laporan atau dokumen (print): Ukuran A3 atau A4 standar 

Baca Juga: Ini Dia Skill yang Harus Kamu Miliki untuk Menjadi Seorang Content Creator!

⁠Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Infografis 

Seorang pria berkacamata melihat infografis di sebuah kertas.

Tak hanya jenis dan ukuran, kamu juga perlu memperhatikan berbagai elemen penting saat membuat infografis. Apa saja itu? Berikut penjelasannya: 

Elemen penting dalam infografis:

1. Susunan visual yang teratur 

Infografis adalah informasi yang disajikan dengan menggabungkan teks dan visual. Susunlah kombinasi tersebut secara teratur agar nyaman saat dibaca. 

Idealnya, infografis berbentuk vertikal dengan alur membaca dari atas ke bawah, serta kiri ke kanan terutama untuk media sosial. 

2. Titik fokus 

Setiap infografis memiliki fokus informasi. Perhatikan titik fokus tersebut agar informasi yang paling penting bisa langsung terbaca. Misalnya, kamu bisa menyajikan tulisan dalam format bold untuk menekankan kalimat tertentu. 

3. Jenis huruf 

Sebaiknya, batasi maksimal tiga jenis font saat membuat infografis. Gunakan setiap jenis font untuk judul, sub-judul, dan konten. 

Tak kalah penting, pastikan jenis-jenis font tersebut terlihat harmonis ketika dipadukan dengan satu sama lain. 

4. Margin 

Jangan lupa atur margin agar infografis terlihat seimbang. Biasanya, desain infografis memiliki jarak margin yang sama di bagian kanan, kiri, atas, dan bawah. Selain itu, atur juga jarak antar tiap elemen dalam infografis. 

5. Keselarasan warna 

Infografis akan lebih nyaman dibaca jika kamu menggunakan paduan warna yang harmonis. Jika bingung, kamu bisa mencari inspirasi palette warna di internet. Sesuaikan juga warna tersebut dengan topik konten infografis yang kamu buat untuk memperkuat pesan. 

6. Simbol dan ikon 

Simbol dan ikon juga penting dalam membuat infografis yang efektif. Kamu bisa menggunakan jenis ikon linear, monocolor, atau multicolor. Sebaiknya, cukup gunakan satu jenis ikon supaya infografis terlihat konsisten. 

⁠Hal yang perlu dihindari dalam membuat infografis:

Sementara itu, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya kamu hindari ketika menyusun infografis: 

1. Tata letak yang tidak teratur 

Kalau kamu asal-asalan mengatur tata letak infografis, informasi di dalamnya akan sulit terbaca. Oleh sebab itu, aturlah tata letak setiap elemen dalam infografis dengan rapi dan proporsional. Untuk mempermudah menyusun tata letak, kamu bisa membuat sketsa kasar terlebih dahulu di sebuah kertas.

2. Berisi teks yang berlebihan 

Hindari memasukkan teks terlalu banyak. Hal ini dapat merusak tampilan infografis sekaligus mempersulit pembaca memahami isi konten. Usahakan tulis teks secara singkat, padat, dan jelas pada poster infografis. 

3. Penggunaan tipografi yang berlebihan 

Tipografi adalah teknik mengatur huruf dan teks untuk menunjang suatu konten visual, termasuk infografis. Gunakan maksimal tiga jenis font saja untuk isi, sub-judul, dan judul. Lalu, atur ukuran dan letak teks secara seimbang agar audiens bisa mudah membaca informasi. 

4. Kurang memperhatikan white space 

White space berfungsi mengarahkan pembaca dari satu titik ke titik lain hingga mencapai kesimpulan. Perhatikan white space saat membuat infografis agar audiens bisa memahami informasi dengan jelas, terutama di media sosial. 

5. Penggunaan warna yang berlebihan atau kurang 

Terlalu banyak warna dalam satu infografis akan menyulitkan pembaca untuk memahami isinya. Di sisi lain, terlalu sedikit warna juga membuat infografis terlihat kurang menarik. Sebaiknya, gunakan 2-3 warna saja sebagai warna dasar, pelengkap, dan aksen. 

6. Pemilihan ikon yang tidak tepat 

Gunakan satu jenis ikon yang seragam. Terlalu banyak bentuk ikon bisa mengganggu tampilan infografis. Pastikan juga ikon tersebut relevan dengan topik informasi yang dibahas, ya. 

7. Infografik yang terlalu panjang 

Meskipun tidak ada aturan khusus mengenai panjang pendek infografis, sebaiknya hindari membuat konten yang terlalu panjang. 

Isi yang panjang dapat membuat infografis terlihat overwhelming sehingga mudah dilupakan. Sebagai alternatif, ringkaslah informasi dalam bentuk poin-poin atau sajikan menjadi infografis bersambung. 

⁠Cara Membuat Infografis untuk Produktivitas Kerja 

Seorang designer sedang melakukan riset sebelum membuat infografis.

Dengan mempertimbangkan berbagai dos and don’ts di atas, kini saatnya kamu membuat infografis untuk menunjang produktivitas. Berikut adalah cara membuat infogrags yang bisa kamu ikuti:

1. Memilih topik 

Konten infografis seperti apa yang ingin kamu buat? Apakah untuk menyusun jadwal acara, deadline pekerjaan, atau lainnya? Adanya topik dapat memudahkanmu untuk menulis teks yang tepat. Jadi, pastikan kamu memilih topik terlebih dahulu sebelum membuat infografis.

2. Memvisualisasikan data melalui grafik 

​​Setelah menentukan topik, kumpulkan seluruh data yang relevan. Setelah itu, ubah data ke dalam bentuk grafik yang sesuai. Misalnya, konten berisi daftar pekerjaan bisa kamu tampilkan dalam bentuk list

3. Mendesain tata letak grid 

Tata letak grid berfungsi mengarahkan pandangan pembaca dari satu titik ke titik lain. Agar pengalaman membaca berjalan lancar, atur tata letak grid dan elemen dengan rapi hingga tampak nyaman dibaca. 

4. Menggunakan pola desain infografis 

Untuk menghemat waktu dan tenaga, gunakan pola desain atau template infografis. Kamu bisa mendapatkan template infografis gratis dan legal di berbagai website. Pilih template yang sesuai dengan topik informasimu, ya. 

5. Merancang tampilan infografis 

Setelah infografis selesai, cek kembali keseluruhan tampilannya. Apakah pemilihan warna dan font sudah tepat? Bagaimana dengan tata letak margin dan grid? Lalu, apakah ada typo? Segera lakukan editing jika kamu menemukan bagian yang kurang tepat. 

Tools untuk Membuat Infografis 

Kalau kamu masih awam atau baru pertama kali membuat infografis, kamu tidak perlu khawatir.

Pasalnya, saat ini sudah tersedia banyak tooluntuk membuat infografis. Beberapa di antaranya bahkan bisa kamu gunakan secara gratis dan legal, lho. 

Berikut rekomendasi tools untuk membuat infografis:

1. Canva

Membuat infografis di Canva sangat mudah karena ada ribuan template gratis yang tersedia di dalamnya. 

Selain itu, Canva juga menyediakan aset visual gratis dan legal, seperti ikon, elemen grafis, teks, hingga gambar yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik tampilan dengan sistem drag-and-drop.

2. Infografis Snappa 

Snappa mempunyai beragam fitur dasar untuk merancang desain grafis sederhana secara online tanpa membebani komputer. 

Salah satunya adalah fitur template desain vertikal yang bisa diadaptasi menjadi infografis ringkas untuk kebutuhan blog atau email marketing.

3. Adobe Express

Platform desain instan milik Adobe satu ini menjadi favorit banyak grafik desainer. Antarmukanya sangat sederhana namun fitur-fiturnya cukup modern dan terintegrasi dengan aset Adobe Stock. 

Selain template infografis, kamu juga akan menemukan fitur pembuatan video Reels dan TikTok dengan cepat.

4. Infografis Infogram 

Infogram adalah tool khusus untuk membuat infografis berbasis data. Salah satu fitur unggulannya adalah pembuat bagan interaktif (chart maker) yang penting untuk proses analisis data

Kamu bisa menggunakan fitur tersebut untuk meng-input data mentah dari Excel dan otomatis mengubahnya menjadi grafik visual yang sangat rapi.

5. Infografis PiktoChart 

Tool satu ini cocok untuk kamu yang mencari template infografis berdesain clean dan profesional untuk presentasi korporat. 

Selain itu, PiktoChart juga menyediakan stok aset visual ilustrasi yang cukup beragam. Setelah desain selesai, kamu dapat mengunduhnya dalam format PNG berkualitas tinggi.

⁠⁠Kesimpulan

Nah, kini kamu bisa membuat infografis untuk menunjang produktivitas kerja, seperti untuk menyajikan jadwal kegiatan, mengatur aktivitas harian sesuai prioritas, atau menjabarkan deadline pekerjaan tim.

Infografis menjadi alternatif yang disukai banyak orang ketika harus menyajikan informasi dan data, dari yang sangat sederhana hingga urusan yang kompleks. 

Dengan menggabungkan elemen teks dan visual dalam satu lembar desain, informasi penting dan panjang pun bisa tersampaikan dengan cepat, efisien, dan mudah diingat oleh rekan kerjamu.

Apalagi, membuat infografis tidak sesulit yang dibayangkan, kok. Mengingat saat ini ada banyak template gratis dan tools praktis yang bisa digunakan tanpa memerlukan skill penguasaan software desain tingkat tinggi, seperti Photoshop/Illustrator.

Bagaimana? Semakin tertarik membuat infografis? Perhatikan langkah-langkah di atas supaya infografis kamu efisien, ya. 

Nantinya, skill yang kamu bangun dari proses visualisasi data ini akan sangat berguna di dunia kerja, lho. Apalagi jika kamu minat berkarier sebagai Desainer Grafis, Data Researcher, atau Manajer Proyek. Infografis yang sudah kamu buat juga bisa dijadikan portofolio kuat untuk melamar kerja.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

⁠Pertanyaan Seputar Infografis

  1. Apa yang dimaksud dengan infografis? 
    Infografis adalah media penyampaian informasi yang dikemas melalui kombinasi teks dan berbagai elemen visual seperti gambar, ilustrasi, dan semacamnya.

  2. Contoh infografis apa saja? 
    Beberapa contoh infografis adalah infografis statistik, list, geografis, linimasa, dan perbandingan.

  3. Apa tujuan dari dibuatnya infografis? 
    Secara umum, tujuan pembuatan infografis adalah untuk menyampaikan data atau informasi yang kompleks melalui visual sederhana, sehingga bisa lebih mudah dimengerti oleh target audiens.

  4. Bagaimana cara membuat infografis yang menarik? 
    - Tentukan topik
    ⁠- Kumpulkan data dan ubah ke dalam bentuk grafik
    ⁠- Atur tata letak grid 
    ⁠- Gunakan template infografis
    ⁠- Cek dan atur ulang tampilan infografis.

  5. Apa saja ciri-ciri infografis? 
    Ciri-ciri utama infografis adalah menggunakan kombinasi teks dan elemen visual seperti gambar, ilustrasi, ikon, dan grafik.

  6. Di mana membuat infografis? 
    Kamu bisa membuat infografis menggunakan tools online seperti Canva, Adobe Spark, Snappa, PiktoChart, dan Infogram.

  7. Apa perbedaan antara infografis dan poster biasa? 
    Poster biasanya lebih menonjolkan aspek promosi persuasif atau imbauan besar dengan teks yang sangat sedikit (misalnya poster konser atau larangan merokok). Sedangkan infografis murni digunakan untuk edukasi dan penjabaran data yang lebih rinci dan kompleks.  

More from this category: Keterampilan di tempat kerja

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.