Exit Interview: Arti, Pertanyaan, dan Contoh Jawabannya

Exit Interview: Arti, Pertanyaan, dan Contoh Jawabannya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 19 September, 2025
Share

Exit interview adalah salah satu tahap penting dalam proses resign atau pengunduran diri karyawan. Sayangnya, banyak orang kadang menyepelekan tahap ini sampai tidak melakukan persiapan.

Padahal, sesi tersebut menawarkan banyak hal positif bagi perusahaan maupun karyawan yang keluar.

Melalui exit interview, perusahaan dapat memahami alasan di balik keputusan karyawan meninggalkan perusahaan. 

Sementara itu, momen exit interview adalah saat yang tepat bagi karyawan untuk menyampaikan feedback secara langsung.

Tak hanya itu, exit interview juga berguna untuk menjaga hubungan baik antara karyawan dan perusahaan.

Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi exit interview ? Apa saja pertanyaan yang sering muncul dalam exit interview? Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Yuk, kita pelajari bersama!

Apa Itu Exit Interview?

Ilustrasi seorang HRD sedang mewawancarai karyawan yang hendak resign dalam sesi exit interview. (Sumber: Envato)

Exit interview adalah proses wawancara karyawan yang hendak keluar atau resign dari perusahaan. Umumnya, exit interview diadakan pada hari terakhir karyawan bekerja dengan cara wawancara tatap muka atau mengisi survei.

Bagi karyawan, tahapan ini jadi kesempatan baik untuk mengungkapkan alasan keluar sekaligus memberi umpan balik terkait pengalaman selama bekerja di perusahaan.

Namun, tahap wawancara keluar tergantung pada kebijakan perusahaan. Ada perusahaan yang memilih tidak melakukannya dan ini sah-sah saja. 

Meskipun exit interview berlaku pada akhir masa kerja karyawan, proses ini justru berdampak besar terhadap masa depan perusahaan. Bukan sekadar formalitas, tahapan ini membantu perusahaan mengenali kelemahan internal yang bisa saja belum disadari sebelumnya.

Sementara bagi karyawan, sesi ini juga berfungsi sebagai kesempatan terakhir untuk menyuarakan pendapat sebelum meninggalkan perusahaan.

Tujuan dari Exit Interview

Ilustrasi suasana exit interview antara HRD dengan karyawan yang mengajukan resign dari perusahaan. (Sumber: Envato)

Setiap perusahaan yang melakukan mengadakan exit interview untuk karyawan yang resign menargetkan beberapa tujuan.

Tentunya, tujuan tersebut dapat menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang. Berikut beberapa di antaranya:

Mengevaluasi alasan karyawan resign

Inilah tujuan utama perusahaan melakukan exit interviewyakni mencari tahu alasan di balik keputusan seorang karyawan yang mengundurkan diri.

Beberapa alasan yang umum digunakan untuk karyawan resign adalah mencari tantangan baru, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, ketidakpuasan dengan lingkungan kerja, hingga alasan personal.

Apa pun alasannya, perusahaan nantinya akan menjadikan hal itu sebagai bahan evaluasi untuk mencari solusi agar situasi serupa tidak terulang.

Mengidentifikasi masalah dalam perusahaan

Kebanyakan masalah-masalah internal perusahaan cenderung tidak terlihat hingga seseorang memutuskan keluar. 

Nah, exit interview berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi masalah yang luput dari pemantauan manajemen.

Sebagai contoh, ada karyawan yang keluar karena merasa tidak puas dengan gaya kepemimpinan manajer atau merasa komunikasi lintas departemen kurang baik.

Berbekal informasi tersebut, perusahaan dapat melakukan perbaikan ke depan.

Mengukur tingkat kepuasan karyawan

Salah satu tujuan exit interview adalah sebagai indikator tingkat kepuasan karyawan selama bekerja di perusahaan.

Dengan memahami kepuasan kerja karyawan yang resign, perusahaan dapat mengukur apakah kebijakan dan sistem saat ini sudah berjalan dengan baik, atau malah ada kekurangan perusahaan yang perlu diperbaiki. 

Tingkat kepuasan karyawan yang tinggi cenderung berkorelasi dengan retensi yang lebih baik.

Sementara itu, kepuasan yang rendah menunjukkan tanda bahwa ada hal-hal yang perlu dibenahi.

Memperbaiki budaya perusahaan

Budaya perusahaan yang positif dapat meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, inovasi, dan mengurangi turnover.

Exit interview membantu perusahaan mengetahui apakah budaya yang diterapkan telah sesuai harapan karyawan atau malah jadi salah satu penyebab resign.

Jika banyak karyawan berpandangan budaya perusahaan tidak mendukung produktivitas atau kesejahteraan, ini menjadi masukan berharga yang mendorong pimpinan melakukan evaluasi dan perubahan.

Manfaat Exit Interview untuk Karyawan

Ilustrasi seorang karyawan wanita tampak lega setelah menyelesaikan exit interview bersama HRD dan atasannya. (Sumber: Envato)

Apakah exit interview hanya bermanfaat bagi perusahaan saja? Dari kacamata kamu sebagai karyawan, exit interiview akan bermanfaat dalam hal berikut:

Menjelaskan alasan resign

Tahapan exit interview adalah kesempatan terbaik bagi kamu untuk menjelaskan secara langsung alasan memutuskan resign.

Kamu dapat menggunakan momen ini dengan mengungkapkan ketidakpuasan tanpa rasa takut sehingga perusahaan lebih memperhatikan masalah yang ada.

Memberikan saran untuk perbaikan

Tahukah kamu, karyawan yang keluar kadang mempunyai perspektif unik tentang apa yang perlu diperbaiki oleh perusahaan.

Dengan tahapan demikian, kamu dapat memberi saran konstruktif sebagai upaya perbaikan di masa mendatang.

Inilah kesempatan untuk mengungkapkan umpan balik yang boleh jadi terasa sulit dilakukan saat masih menyandang status sebagai karyawan.

Menjaga hubungan baik dengan perusahaan

Apakah setelah exit interview selesai hubungan kamu dan perusahaan akan memburuk? Tentu tidak karena wawancara keluar dapat membantumu menjaga hubungan baik dengan perusahaan.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika suatu hari kamu kembali bekerja di sana atau bekerja sama di masa mendatang dalam kesempatan berbeda.

Jadi, pastikan kamu selalu bersikap sopan dan profesional saat proses wawancara keluar untuk meninggalkan kesan baik.

Baca juga: Cara Efektif Menjawab Alasan Resign Saat Interview Kerja

⁠Kumpulan Pertanyaan Exit Interview dan Contoh Jawabannya

Exit interview biasanya memuat sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk menggali alasan karyawan resign dan pengalamannya selama bekerja.

Untuk bahan persiapan, berikut adalah beberapa contoh pertanyaan exit interview lengkap dengan contoh jawabannya yang tepat:

Pertanyaan tentang alasan resign

Untuk pertanyaan jenis ini, perusahaan ingin mengetahui alasan spesifik yang melatarbelakangi pengunduran diri karyawan. Berikut beberapa contohnya:

1. Mengapa Anda memutuskan untuk resign?

Jika alasan kamu mengundurkan diri adalah mencari tantangan baru di tempat lain, kamu bisa menyampaikannya dengan cara yang diplomatis seperti di bawah ini:

"Saya memutuskan untuk resign karena ingin mencari tantangan baru di industri berbeda. Saya merasa sudah mencapai banyak hal saat bergabung perusahaan. Jadi, sekarang waktu tepat bagi saya untuk berkembang di bidang lain sesuai minat."

Namun, apabila mundur karena alasan pribadi, coba ungkapkan dengan baik tanpa kalimat yang menyinggung pihak manapun. Contohnya adalah: “Saya mengakukan resign karena ingin fokus mengurus keluarga.”

2. Apa yang paling membuat Anda tidak puas dengan pekerjaan ini?

Untuk pertanyaan ini, kamu bisa mengutarakan secara terbuka apa yang membuat kamu tidak puas dengan pekerjaan atau perusahaan.

Namun, pastikan kamu menyampaikannya dengan nada profesional dengan dilengkapi alasan yang kuat. 

Contoh jawaban: "Hal yang paling membuat saya kurang puas adalah kurangnya kesempatan untuk berkembang. Saya merasa pekerjaan saat ini cenderung monoton dan tidak memberikan cukup ruang untuk pengembangan diri maupun peningkatan keterampilan."

Pertanyaan tentang pekerjaan dan lingkungan kerja

Untuk topik pertanyaan ini, kami bisa menyampaikan keluhan atau masalah terkait pekerjaan, atasan, rekan kerja, dan lingkungan kerja.

Namun, pastikan kamu menjawabnya dengan cara profesional dan sopan, ya! Berikut beberapa contoh pertanyaan dan jawabannya:

1. Bagaimana Anda menilai budaya kerja di perusahaan ini?

Untuk pertanyaan ini, pastikan kamu menjawabnya dengan jujur dan berimbang. Sampaikan terlebih dahulu hal positif yang kamu dapatkan selama bekerja di perusahaan.

Setelah itu, kamu bisa menyampaikan kritik atau saran yang konstruktif.

Contoh jawaban: “Menurut saya, budaya kerja di sini sudah cukup baik. Namun, saya merasa ada beberapa aspek seperti kolaborasi antartim yang perlu ditingkatkan agar proses kerja lebih produktif dan efisien.”

2. Apakah Anda merasa mendapatkan dukungan yang cukup dari atasan?

Jika mendapat pertanyaan ini, kamu bisa menjawabnya secara diplomatis. Sampaikan sisi positif selama bekerja dari atasan, kemudian jelaskan secara objektif kritik atau saran yang membangun.

Selain itu, pastikan kamu tidak menyampaikan hal negatif yang berkaitan dengan personal.

Kamu hanya perlu menjelaskan hal yang berkaitan dengan pekerjaan untuk menunjukkan profesionalisme kerja.

Contoh jawaban: “Ya, atasan saya selalu mendukung saya dalam hal pekerjaan. Alur komunikasi kerja dengan beliau juga baik, termasuk dalam hal saran dan kritik kinerja. Namun, saya merasa belum memperoleh cukup bimbingan untuk pengembangan karier jangka panjang."

3. Apakah ada nilai-nilai perusahaan yang tidak sesuai dengan Anda?

Untuk pertanyaan ini, kamu bisa menyampaikan kritik secara jelas jika memang ada ketidaksesuaian antara nilai perusahaan dan prinsip kamu. 

Contoh jawaban: "Secara umum saya berpikir nilai-nilai perusahaan sejalan dengan prinsip saya. Akan tetapi, belakangan saya melihat beberapa kebijakan yang kurang mendukung kesejahteraan karyawan sepenuhnya, terutama perihal bonus kinerja.”

⁠Pertanyaan tentang pengembangan karier

Topik lain yang kemungkinan juga akan muncul dalam exit interview adalah soal pengembangan karier.

Untuk topik ini, sampaikan feedback yang menurut kamu bisa menjadi masukan berharga untuk perusahaan. Berikut daftar pertanyaan dan contoh jawabannya:

1. Apakah Anda merasa memiliki kesempatan untuk berkembang di perusahaan ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menceritakan pengalaman pribadimu selama bekerja di perusahaan.

Setelah itu, lengkapi dengan saran yang menurut kamu bisa diterapkan perusahaan pada masa depan.

Contoh jawaban: "Saya merasa kesempatan berkembang ada, tetapi belum tersusun rapi. Seharusnya perusahaan dapat menyusun jalur karier terstruktur agar karyawan termotivasi meningkatkan keterampilannya.”

2. Apa yang bisa perusahaan lakukan untuk meningkatkan peluang pengembangan karier karyawan?

Jika mendapat pertanyaan ini, sampaikan masukan ke perusahaan terkait alternatif pengembangan karier karyawan yang menurutmu ideal berdasarkan pengalaman pribadi.

Contoh jawaban: "Menurut saya, perusahaan bisa menawarkan program pelatihan bagi karyawan tetap, serta memberikan kesempatan promosi yang jelas kepada karyawan berprestasi."

3. Apakah ada hal lain yang ingin Anda sampaikan kepada perusahaan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan perusahaan.

Kemudian, sampaikan kritik atau saran membangun yang sebelumnya belum kamu utarakan.

Contoh jawaban: "Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatannya selama dua tahun saya bekerja di sini. Perusahaan ini membuat saya berkembang dari berbagai hal.

Selama bekerja di sini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu yang tentu berguna untuk perkembangan karier saya.

Selanjutnya, saya menyarankan agar perusahaan membuka kesempatan yang lebih luas terkait program pengembangan karyawan. Dengan demikian, karyawan bisa menambah skill dan pengetahuan yang tentunya juga akan menguntungkan perusahaan."

Baca juga: Apakah Keputusan Resign-mu Sudah Tepat?

Tips Menghadapi Exit Interview

Ilustrasi seorang karyawan wanita tampak tegang saat menjawab pertanyaan HRD dalam sesi exit interview. (Sumber: Envato)

Sekarang, kamu sudah mengetahui beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam exit interview beserta contoh jawabannya.

Nah, untuk memperkuat persiapan kamu, berikut adalah tips sukses menghadapi exit interview:

Persiapkan diri sebelum wawancara

Sebelum jadwal exit interview, luangkan waktu kosong untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Pikirkan baik-baik pengalaman kamu selama bekerja, alasan utama resign, serta saran apa hendak kamu sampaikan kepada perusahaan.

Setelah itu, jangan lupa berlatih menjawab seperti layaknya kamu bersiap menghadapi interview kerja.

Kamu bisa mencoba berbicara di depan cermin atau meminta bantuan orang lain untuk simulasi wawancara.

Tetap profesional dan sopan

Meskipun kamu akan meninggalkan perusahaan, tetaplah bersikap profesional dan sopan.

Hindari mengungkapkan hal-hal yang bersifat emosional atau menyalahkan pihak lain.Lebih baik, fokus pada masukan yang konstruktif dan objektif.

Berikan feedback yang konstruktif dan spesifik

Selama exit interview, jangan sampai kamu mengeluh tanpa memberi solusi nyata.

Sampaikan kritik yang konstruktif dan spesifik saat memberi jawaban exit interview. Dengan demikian, perusahaan dapat segera menindaklanjuti masukan tersebut.

Hindari menyalahkan orang lain

Exit interview bukan tempat menyalahkan orang lain atau mencari kambing hitam. Menyalahkan orang lain justru akan meninggalkan kesan negatif.

Jadi, fokuslah pada pengalaman kamu dan bagaimana perusahaan bisa memperbaiki diri di masa depan. 

Jaga hubungan baik dengan perusahaan

Menjaga hubungan baik dengan perusahaan tetap penting sekalipun kamu akan keluar. Bisa saja akan datang kesempatan bekerja sama di masa depan dalam kapasitasmu yang berbeda.

Jadi, gunakan wawancara keluar sebagai momen untuk meninggalkan kesan baik dan profesional.

Kesimpulan

Dalam praktiknya, exit interview bukan soal formalitas. Namun, exit interview adalah kesempatan penting bagi perusahaan untuk menggali informasi berharga untuk memperbaiki sistem, budaya kerja, dan retensi karyawan.

Di lain sisi, exit interview bagi karyawan adalah momen untuk memberikan feedback konstruktif, menjaga hubungan baik, dan menutup babak kehidupan kerja di perusahaan secara profesional.

Untuk itu, pastikan kamu memahami tujuan, manfaat, dan cara menghadapinya agar dapat memanfaatkan momen ini secara optimal. 

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

⁠Pertanyaan Seputar Exit Interview

  1. Apa perbedaan antara exit interview dan performance review?
    Exit interview dilakukan saat seorang karyawan mengundurkan diri atau resign dari perusahaan. Di lain sisi, performance review adalah evaluasi berkala terhadap kinerja karyawan yang masih aktif bekerja.

    ⁠Fokus keduanya juga berbeda. Wawancara keluar menyasar pada alasan resign dan pengalaman kerja. Sebaliknya, performance review berfokus pada pencapaian kinerja dan perkembangan karyawan.
  2. Apakah semua perusahaan melakukan exit interview?
    Tidak semua perusahaan melakukan exit interview atau memberikan form exit interview Bahasa Indonesia.

    ⁠Beberapa perusahaan, terutama perusahaan skala kecil atau yang tidak memiliki departemen HR secara formal, bisa jadi tidak melakukan proses ini secara rutin.

    ⁠Namun, perusahaan besar atau perusahaan yang menaruh perhatian pada pengelolaan SDM memberlakukan tahapan tersebut sebagai bagian dari proses resign.

    ⁠Perusahaan yang tidak melakukan proses ini bisa saja kehilangan kesempatan untuk memperoleh insight penting dari karyawan yang keluar.
  3. Apa yang harus saya lakukan jika merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan dalam exit interview?
    Jika ada pertanyaan dalam exit interview yang membuatmu merasa tidak nyaman, kamu berhak untuk menolak menjawab. Boleh juga sampaikan apabila kamu keberatan atau merasa kurang nyaman membahas topik tersebut.

    ⁠Pasalnya, wawancara keluar bukanlah interogasi dan perusahaan seharusnya menghargai batasan tersebut.

    ⁠Selain itu, jika ada pertanyaan yang tidak relevan atau terlalu personal, kamu dapat memberikan jawaban umum atau mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih relevan terkait pekerjaan.
  4. Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan perusahaan setelah exit interview?
    Menjaga hubungan baik dengan perusahaan setelah exit interview bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:
    ⁠- Selalu bersikap profesional selama wawancara dan hindari menyampaikan kritik secara emosional.
    ⁠- Setelah keluar dari perusahaan, tetap terhubung dengan rekan kerja atau atasan melalui jejaring profesional.
    ⁠- Jika ada kesempatan di masa depan, tunjukkan bahwa kamu terbuka untuk bekerja sama kembali atau mendukung perusahaan dalam kapasitas lain.
  5. Apakah informasi yang saya berikan dalam exit interview akan dirahasiakan?
    Sebagian besar perusahaan menyatakan informasi yang diberikan dalam exit interview akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan internal. Namun, kamu boleh memastikan kebijakan terkait kerahasiaan ini sebelum memulai proses.

    ⁠Kalau ada hal sensitif yang ingin disampaikan, tanyakan lebih dahulu kepada pewawancara tentang penggunaan informasi dan siapa saja yang akan mengaksesnya di kemudian hari.

    ⁠Umumnya, perusahaan menghargai kerahasiaan informasi untuk mencegah dampak negatif di lingkungan kerja.

More from this category: Kehidupan kerja

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.