Menerima kabar penolakan kerja tentu terasa berat, apalagi setelah kamu menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk menyiapkan lamaran.
Rasa kecewa itu wajar. Tapi di sisi lain, penolakan juga bisa menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Berikut beberapa cara untuk menjadikan penolakan kerja sebagai peluang untuk tumbuh, sambil terus berupaya menemukan pekerjaan yang kamu inginkan.
Setelah menerima kabar penolakan, banyak orang merasa sungkan untuk menghubungi pemberi kerja dan meminta masukan. Padahal, ketika tidak lolos seleksi, kamu berhak meminta saran agar bisa memperbaiki diri di kesempatan berikutnya.
Masukan bisa sangat membantu untuk meningkatkan kualitas lamaran atau cara kamu menghadapi wawancara selanjutnya. Agar masukan yang kamu terima dapat berguna, cobalah mengajukan pertanyaan dengan jelas dan langsung kepada orang yang tepat.
Leah Lambart, career coach sekaligus pendiri Relaunch Me, menyarankan beberapa langkah berikut:
Berikut beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu ajukan, menurut Leah Lambart.
Masukan hanya akan berguna kalau diterapkan. Leah Lambart menyarankan beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menindaklanjuti umpan balik yang kamu terima.
Kadang kita tidak selalu bisa mendapatkan masukan. Beberapa perusahaan bahkan memiliki kebijakan yang tidak memperbolehkan pemberian umpan balik, dan sering kali masukan yang diterima pun bersifat umum sehingga kurang membantu.
Kalau kamu mengalami hal ini, penolakan kerja tetap bisa menjadi bahan pembelajaran. Cobalah melakukan evaluasi diri untuk memahami faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil wawancara, sekaligus membantu mengembalikan kepercayaan diri sebelum mencoba lagi.
Lambart menyarankan untuk menuliskan kembali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat wawancara beserta jawabannya. Cara ini bisa membantu untuk melihat area mana yang masih bisa diperbaiki, baik secara mandiri maupun dengan bantuan profesional.
“Dengan berkonsultasi pada interview coach, Anda bisa mengenali cara-cara menjawab yang kurang tepat dan hal-hal yang bisa diperbaiki ke depan,” ujarnya. “Proses ini bisa memberi Anda perspektif baru bahwa terkadang bukan jawaban Anda yang keliru, hanya saja kandidat lain saat itu tampil lebih meyakinkan.”
Ditolak untuk sebuah posisi yang sangat diinginkan tentu mengecewakan dan bisa memengaruhi kepercayaan diri. Namun, keputusan penolakan sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor dan tidak selalu mencerminkan kemampuan atau potensi diri.
Lambart menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, skill, pengalaman, dan performa seseorang saat wawancara sebenarnya sudah memuaskan, hanya saja ada kandidat lain yang tampil lebih menonjol. “Sering kali Anda bersaing dengan kandidat internal yang memiliki posisi tawar lebih baik,” katanya.
“Kalau Anda merasa sulit menerima keputusan penolakan ini, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional agar bisa mengenali area yang perlu diperbaiki, atau gunakan waktu yang ada untuk membangun kembali kepercayaan diri sebelum mencoba kesempatan baru,” lanjutnya.
Dalam proses rekrutmen, banyak hal yang berada di luar kendali. Yang bisa dilakukan adalah tetap fokus pada evaluasi dan pengembangan diri, karena apa pun hasilnya, selalu ada pelajaran berharga dari setiap pengalaman.