Ketika biaya hidup terus meningkat, wajar kalau banyak orang mencari cara untuk menambah penghasilan.
Mungkin kita merasa satu-satunya jalan adalah pindah kerja ke tempat yang menawarkan gaji lebih tinggi. Padahal, ada cara lain untuk meningkatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan saat ini.
Berikut 8 cara yang dapat dicoba untuk membuka peluang kenaikan gaji.
Sebelum membahas kenaikan gaji dengan atasan, ada baiknya kamu mencari tahu berapa gaji yang ditawarkan untuk posisi serupa di perusahaan lain.
Leah Lambart, career coach dan pendiri Relaunch Me, menyarankan untuk berdiskusi dengan rekruter yang spesialis di bidang kerjamu.
“Rekruter berinteraksi dengan klien dan kandidat setiap hari, jadi mereka tahu betul kisaran gaji yang berlaku di pasaran untuk setiap posisi,” ujarnya.
Dengan informasi ini, kamu bisa menyesuaikan ekspektasi dengan standar industri dan lebih siap saat berbicara soal gaji.
Kamu juga bisa menggunakan Panduan Gaji SEEK untuk membandingkan gajimu dengan posisi serupa di tempat lain.
Kamu bisa menyiapkan daftar pencapaian sebelum berbicara soal kenaikan gaji dengan atasan. Coba pikirkan kontribusi yang sudah kamu berikan untuk tim dan perusahaan, baik yang termasuk dalam tanggung jawab utama maupun hal-hal di luar itu.
Menurut Leah Lambart, pencapaian bisa datang dalam berbagai bentuk, misalnya:
Skill yang kuat bisa membuat kamu bekerja lebih efektif sekaligus membuka peluang kenaikan gaji. Coba diskusikan dengan atasan tentang cara mengembangkan skill yang kamu punya, atau belajar yang baru, supaya kontribusimu ke perusahaan makin berdampak.
Menurut Leah Lambart, kamu bisa mengasah skill lewat berbagai cara, baik formal maupun informal, seperti:
Skill kepemimpinan perlu dibangun, bahkan kalau kamu belum berada di posisi pemimpin. Apa pun peranmu, selalu ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuan membimbing atau memimpin rekan kerja lain.
“Membangun leadership bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti meluangkan waktu untuk membantu rekan yang baru atau masih belajar, bersikap terbuka dan mudah diajak bicara, atau menawarkan bantuan agar orang lain bisa mengembangkan skill dan pengetahuan mereka,” kata Leah Lambart.
“Dengan menunjukkan sikap kepemimpinan, Anda sedang membangun portofolio yang akan diperhitungkan untuk posisi manajerial di masa depan, karena Anda sudah memiliki pengalaman dalam membantu rekan kerja yang lebih junior.”
Kalau kontribusimu membuat perusahaan berjalan lebih efisien, peluang untuk naik gaji juga bisa terbuka. Misalnya, dengan dukungan dan ide yang kamu berikan, perusahaan bisa menghemat biaya sekaligus meningkatkan pendapatan.
Kuncinya adalah punya inisiatif dan berpikir secara kreatif, seperti saran Leah Lambart berikut ini.
Personal brand yang kuat punya peran besar di tempat kerja, kata Leah Lambart. Ibaratnya, brand kamu mencerminkan bagaimana rekan kerja memandangmu dan sejauh mana profilmu dianggap positif.
Hubunganmu dengan atasan mungkin sudah baik, tapi memperluas jaringan dengan rekan kerja lain dan pengambil keputusan di perusahaan bisa membantu memperkuat reputasi dan personal brand.
“Kalau Anda belum terlalu memikirkan personal brand, sekarang waktu yang tepat untuk mulai. Coba bangun relasi dengan satu atau dua orang yang memiliki posisi strategis dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan,” kata Lambart.
“Tidak perlu menebar jejaring terlalu luas, cukup fokus membangun kedekatan dan menunjukkan value Anda kepada mereka yang dapat merekomendasikan kesempatan di masa depan.”
Atasan akan lebih mudah merekomendasikan kenaikan gaji jika mereka merasa pekerjaan tidak akan berjalan lancar tanpa kamu, kata Leah Lambart.
Jadilah staf dengan skill dan kualitas yang sulit tergantikan dengan membantu meringankan beban kerja atasan serta menunjukkan skill dan pengetahuan yang kamu kuasai. Tunjukkan bahwa kamu punya nilai tambah yang berharga dan sulit ditemukan di pasaran.
Dalam setiap negosiasi, timing itu penting. Kamu mungkin sudah menyiapkan alasan kuat untuk mengajukan kenaikan gaji. Kamu sudah membuat daftar pencapaian, meningkatkan skill, sampai menunjukkan kontribusi di tempat kerja. Tapi pada akhirnya, keputusan kenaikan gaji juga bergantung pada faktor eksternal.
“Perhatikan situasi di perusahaan,” kata Leah. “Kalau industri sedang lesu atau perusahaan baru saja melakukan pengurangan staf, mungkin sekarang belum saat yang tepat untuk meminta kenaikan gaji.”
Kalau kamu merasa waktunya sudah tepat, fokuslah pada hal-hal positif, bukannya yang negatif, saat berdiskusi. Leah mengingatkan, “Kenaikan biaya hidup tidak otomatis menjadi alasan untuk menaikkan gaji. Hindari menyebutkan alasan pribadi yang tidak relevan dalam diskusi.”
Ketika berdiskusi, tekankan kinerjamu yang meningkat beserta bukti pendukungnya. Dengan melakukan riset lebih dulu, mengembangkan skill, dan menyiapkan data yang relevan, kamu punya posisi tawar yang kuat untuk bernegosiasi, tanpa harus mencari pekerjaan baru.
“Kalau perusahaan belum bisa menyetujui kenaikan gaji saat ini, Anda tetap bisa menegosiasikan bentuk apresiasi lain, misalnya tambahan cuti tahunan, pengaturan kerja yang lebih fleksibel, atau tunjangan makan dan keanggotaan gym,” kata Leah.