Apa itu CVV? Fungsi & Cara Menemukan untuk Berbagai Bank

Apa itu CVV? Fungsi & Cara Menemukan untuk Berbagai Bank
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 25 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Card Verification Value (CVV) adalah kode keamanan 3-4 digit yang berfungsi sebagai pengganti PIN dan tanda tangan saat kamu melakukan transaksi online.
  • Meskipun letaknya tersembunyi di bagian belakang kartu kredit/debit, kode CVV ini sangat sensitif dan menjadi target utama para pencuri data.
  • Kode CVV, CVC, dan CID pada dasarnya adalah hal yang sama, perbedaannya hanya terletak pada nama istilah yang digunakan oleh penerbit kartu (Visa, Mastercard, atau American Express).
  • Jangan pernah memberikan kode CVV, nomor kartu, dan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai bank atau agen belanja online.
  • Di era maraknya pembobolan data, sangat disarankan untuk menggunakan kartu numberless (tanpa nomor fisik) di mana kode CVV-nya bersifat dinamis dan hanya bisa dicek melalui mobile banking.

Kalau pernah bertransaksi menggunakan kartu kredit, kamu pasti tak asing dengan CVV. Pada dasarnya, CVV adalah kode keamanan yang ditemukan pada kartu kredit atau debit. Kehadiran kode ini menjadi solusi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika bertransaksi. 

Itulah kenapa kamu wajib merahasiakan kode CVV dari orang lain. Lantas, CVV itu sebenarnya apa? Bagaimana bentuknya dan di mana kamu bisa menemukannya? 

Berikut ini informasi lengkap seputar arti CVV, fungsi, hingga cara aman untuk menggunakannya! 

Apa Itu CVV? 

Ketika bertransaksi secara online, biasanya kamu diminta mengisi data pribadi nama pemilik, nomor kartu, tanggal masa berlaku, dan kode keamanan. Nah, kode keamanan yang dimaksud adalah CVV. 

Istilah CVV adalah singkatan dari Card Verification Value, yakni kode keamanan berupa 3-4 digit. Kamu bisa menemukan kode CVV di bagian belakang kartu kredit atau debit, tepatnya di dekat tanda tangan kamu. 

Fungsi utama kode CVV adalah untuk memberikan keamanan ekstra saat kamu melakukan transaksi online menggunakan kartu kredit atau debit.  

Apakah CVV sama dengan CVC? 

Selain kode CVV, CVC juga merupakan kode keamanan. Kalau CVV artinya Card Verification Value, maka CVC merupakan akronim dari Card Verification Code. Sebenarnya, CVV dan CVC merupakan hal yang sama, yakni kode keamanan berupa 3-4 digit yang melekat pada kartu kredit dan debit. Yang membedakan keduanya hanyalah penyebutan namanya saja. 

Hal ini biasanya tergantung pada bank penerbit kartu kredit atau debit. Bahkan sebetulnya selain CVV dan CVC, masih ada istilah lain untuk menyebut kode keamanan serupa seperti CVV2, CVC2, CID, dan CID2.   

Perbedaan CVV dan PIN 

Kode keamanan CVV terdiri dari 3-4 digit, beberapa orang pun kerap menyamakannya dengan PIN. Padahal, PIN dan CVV adalah dua hal yang berbeda, lho. Berikut ini beberapa perbedaannya:  

  • CVV artinya kode keamanan unik yang diberikan bank saat mengeluarkan kartu kredit atau debit. Sementar PIN diatur sepenuhnya oleh nasabah. 
  • CVV pada kartu debit maupun kartu kredit bersifat permanen. Namun, PIN bisa diubah sesuai keinginan nasabah. 
  • Kode keamanan CVV dibutuhkan untuk transaksi online menggunakan kartu kredit atau debit. PIN lebih sering digunakan untuk transaksi offline atau secara fisik. 
  • CVV kartu debit maupun kartu kredit juga bersifat unik karena selalu berbeda pada tiap kartu. Bahkan jika bank menerbitkan kartu baru dengan nomor 16 digit yang sama dengan kartu lama, kode CVV di bagian belakang akan berbeda. PIN yang bisa saja sama untuk banyak kartu kredit atau debit.  

Kenapa CVV Harus Dirahasiakan? 

Kartu atm bewarna hitam dan nomor CVV bewarna putih

(Image by Freepik

Alasan utama mengapa kode ini sangat krusial dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun adalah sebagai berikut:

  • Berfungsi sebagai pengganti PIN: Ketika kamu melakukan transaksi offline dengan kartu kredit atau debit, kamu akan diminta untuk memasukkan PIN. Nah, saat transaksi online, kode CVV inilah yang menjadi pengganti dari PIN dan tanda tangan tersebut.
  • Menjadi bukti verifikasi pemilik sah: Dengan memasukkan kode CVV ketika bertransaksi, maka sistem bisa mengetahui apakah kamu memang benar pemilik kartu yang sah. Verifikasi ini wajib dilakukan karena pemilik kartulah yang akan membayar seluruh tagihan.
  • Mencegah kejahatan carding: Jangan sampai CVV kartu kredit maupun debit tersebar atau difoto oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kalau sampai terjadi praktik yang disebut carding ini, orang tersebut bisa langsung menggunakan kartumu untuk checkout belanja online dan kamu pun akan rugi besar.
  • Menghindari kerumitan birokrasi pemulihan: Untuk memulihkan masalah pembobolan ini, kamu harus memblokir kartu dan repot mengurus ke kantor bank serta kepolisian, yang tentu saja bakal menyita banyak waktu dan tenaga.

Oleh sebab itu, pastikan kamu selalu merahasiakan CVV kartu, ya! Sebagai tips tambahan, beberapa orang bahkan sengaja menempelkan stiker hitam kecil untuk menutupi nomor CVV di kartu fisik mereka agar tidak mudah diintip, lho

Fungsi dari CVV   

Kalau kamu perhatikan, seluruh bank penerbit kartu di Indonesia pasti menyertakan CVV kartu kredit dan debit yang mereka terbitkan.  

Bahkan, jika kamu bekerja di perusahaan perbankan, mereka umumnya rutin melakukan asesmen ketat terhadap karyawannya guna memastikan prosedur perlindungan data sensitif nasabah dipahami dan dijalankan dengan baik.

Bukan tanpa alasan, kode CVV hadir untuk melindungi nasabah dan memberikan fungsi-fungsi berikut: 

Meningkatkan keamanan transaksi online 

Seperti yang telah disebutkan, CVV kartu saat transaksi berfungsi sebagai pengganti PIN dan tanda tanganmu pada transaksi offline.  

Dengan memasukkan kode CVV, sebenarnya kamu sedang melakukan verifikasi bahwa kamu memang benar merupakan pemilik. Alhasil, transaksi pun bisa berlangsung secara lebih aman dan bank bisa melindungi nasabah mereka. 

Membantu mencegah penipuan online 

Verifikasi menggunakan kode CVV tidak hanya menguntungkan pemilik kartu, tapi juga merchant. Melalui penggunaan CVV, merchant bisa memastikan bahwa pengguna kartu adalah pemilik yang sah dan legal untuk memakainya. Hal ini pun menjadi salah satu cara untuk mencegah penipuan online

Oleh sebab itu, kode keamanan CVV pun dianggap sebagai informasi sensitif sehingga merchant wajib melindunginya. Merchant juga harus menghapus nomor CVV setelah otorisasi pembelian berhasil dilakukan. 

Perlindungan tambahan bagi pemegang kartu 

CVV kartu debit maupun kartu kredit berfungsi memberikan perlindungan tambahan bagi pemilik kartu. Soalnya, apabila kode CVV sampai bocor atau tersebar, kamu sebagai pemilik akan mengalami kerugian finansial

Selain itu, kamu juga akan rugi waktu dan tenaga karena harus mengurus kebocoran kode CVV di kantor bank dan pihak kepolisian. 

Saat ini karena kejahatan digital (cybercrime) semakin canggih, fitur CVV ini juga sering didukung dengan sistem OTP (One Time Password) yang dikirimkan via SMS untuk pengamanan berlapis.

Jenis-jenis CVV berdasarkan Tipe Kartu 

Jenis-jenis CVV bisa dibedakan berdasarkan jenis kartu kredit atau debit.  

Secara umum, berikut ini tipe-tipe kartu yang menyematkan CVV pada kartu kredit maupun debit mereka: 

Kartu Visa dan Mastercard 

Mayoritas kartu dengan CVV di Indonesia menggunakan jenis berlogo Visa dan Mastercard. Kedua perusahaan tersebut berperan sebagai perantara antara bank, merchant, dan nasabah.  

Baik CVV kartu kredit dan kartu ATM Visa maupun berlogo Mastercard sama-sama menggunakan tiga digit angka di bagian belakang kartu. 

American Express 

Berbeda dari Visa dan Mastercard, American Express menerbitkan kartu kredit dan debit dengan kode CVV di bagian depan kartu.  

Mereka juga menggunakan empat digit angka sebagai kode CVV. Kamu bisa menemukan CVV American Express di atas nomor kartu debit atau kartu kredit. 

PayPal 

Sebetulnya, Paypal merupakan jaringan pembayaran digital. Namun, Paypal tetap menerapkan sistem CVV dalam proses transaksi mereka.  

Untuk menggunakan CVV tersebut, kamu bisa mengaksesnya melalui fitur dashboard Paypal. 

CVV dinamis (virtual card) 

Dengan tren kartu numberless alias kartu fisik polos tanpa nomor cetak, kini banyak bank digital yang kini menerapkan CVV Dinamis. 

Artinya, kode CVV tidak lagi dicetak di kartu plastik, melainkan hanya bisa dicek di dalam aplikasi mobile banking dan kodenya akan berubah-ubah secara otomatis setiap beberapa menit demi keamanan mutlak.

Cara Menemukan Kode CVV 

seorang wanita memegang kartu atm bewarna putih di tangannya

(Image by benzoix on Freepik

Letak CVV untuk kartu kredit dan debit fisik tentu berbeda dari Paypal. Untungnya, cara menemukannya sama sekali tidak sulit! 

CVV BNI 

Kode CVV BNI adalah kode keamanan yang terdiri dari kombinasi tiga digit terakhir pada kartu ATM atau kartu kredit nasabah. Letak kode CVV BNI berada di bagian belakang kartu, berdampingan dengan tanda tanganmu, beda dengan nomor kartu kredit yang di depan. 

CVV BCA 

Apa itu CVV BCA? Ia merupakan kombinasi tiga digit angka yang berada di bagian belakang kartu debit BCA berlogo Visa dan Mastercard. Selain melihat langsung pada kartu fisik, kamu juga bisa mengecek apa itu CVV BCA melalui aplikasi BCA Mobile. 

Baca Juga: Situs E-Learning untuk Menambah Skill

CVV Mandiri 

Sama seperti CVV BCA dan BNI, nomor CVV Mandiri juga bisa kamu temukan di bagian belakang kartu ATM dan kartu kredit.  

Umumnya, nomor CVV Mandiri terdiri dari tiga digit angka, tapi ada juga beberapa kartu Bank Mandiri yang memiliki CVV dengan empat digit angka. 

Cara Menggunakan CVV untuk Transaksi Online 

Setelah mengetahui CVV itu apa, kini kamu tahu bahwa kode keamanan tersebut lebih sering digunakan untuk online atau pembayaran elektronik. Pada umumnya, berikut cara menggunakannya: 

  1. Saat check out barang belanjaan di website atau aplikasi, pilihlah kartu debit atau kredit sebagai metode pembayaran; 
  2. Masukkan data diri dan kode CVV kartu; 
  3. Kode verifikasi akan dikirimkan ke nomor ponselmu yang terdaftar dalam kartu kredit; 
  4. Kamu akan diarahkan ke halaman lain untuk memasukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan; 

Transaksi pembayaran selesai! 

Beberapa transaksi tidak membutuhkan kode verifikasi tambahan setelah kamu menginput kode CVV. Agar bisa mempercayai transaksi online yang aman, pastikan kamu selalu mengamankan CVV kartu. 

Untuk beberapa transaksi berlangganan bulanan (seperti Netflix/Spotify), sistem biasanya tidak lagi meminta kode OTP tambahan setelah kamu menginput kode CVV di awal pendaftaran.

Tips Keamanan CVV 

Kode CVV harus selalu dirahasiakan karena fungsinya yang begitu krusial. Untuk membantumu menggunakan CVV secara aman, lakukan hal-hal berikut: 

Pastikan berbelanja di situs yang aman 

Ketika bertransaksi online, kunjungi website yang aman dan terpercaya. Pastikan website tersebut dilengkapi sistem keamanan ganda yang kuat, seperti URL HTTPS dan logo gembok yang terverifikasi.  

Hal ini dapat meminimalisir risiko pencurian data kartu kredit atau debit. 

Gunakan password unik

Selalu berikan password yang kuat dan unik untuk setiap akun, baik akun pada website belanja online maupun akun untuk akses online banking.  

Hindari menggunakan tanggal lahir atau nomor yang mudah ditebak untuk password tersebut. 

Jangan gunakan jaringan WiFi publik  

Sebaiknya, jangan gunakan jaringan WiFi publik saat kamu melakukan transaksi karena berisiko terjadi serangan phishing, malware, hingga data kartu kredit bisa dicuri. 

Jadi, saat harus bertransaksi online di tempat publik, non-aktifkan koneksi WiFi dan gunakan jaringan selular. 

Periksa detail transaksi sebelum menyelesaikan pembayaran 

Jangan lupa memeriksai detail transaksi sebelum menyelesaikan pembayaran. Pastikan jumlah yang dibayar dan detail informasi lain sudah sesuai dengan transaksi yang kamu lakukan.  

Tujuannya untuk memastikan kebenaran pembayaran. 

Kesimpulan 

Card Verification Value alias CVV adalah kode keamanan krusial berupa 3-4 digit yang terletak bagian belakang kartu kredit atau debit. Mengingat pentingnya fungsi otorisasi dari CVV, maka menjaga kerahasiaannya dari pandangan orang lain sangatlah mutlak.

Mulai sekarang, tingkatkan kewaspadaan saat menggunakan kode CVV untuk bertransaksi online

Pengetahuan literasi finansial ini juga penting bagi kamu yang tertarik berkarier di bidang perbankan atau Cybersecurity, sehingga kamu bisa mengedukasi nasabah dengan tepat.

Tak hanya CVV, kamu juga bisa memperluas wawasan di dunia perbankan dan berbagai informasi maupun Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.  

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

Pertanyaan Seputar CVV 

  1. Apakah CVV hanya ada di kartu kredit? 
    Tidak, CVV juga wajib disematkan pada debit card (kartu ATM) yang berlogo Visa, Mastercard, atau GPN yang mendukung fitur transaksi debit online.

  2. Apakah CVV sama dengan PIN? 
    Tidak. CVV adalah kode angka unik untuk transaksi di dunia maya (online), sedangkan PIN adalah kata sandi yang kamu buat sendiri untuk transaksi di mesin fisik (ATM atau kasir).

  3. Apa bedanya CVV dan CVC? 
    Arti CVV dan CVC adalah sama sebagai kode keamanan transaksi online. Perbedaannya hanya terletak pada nama branding. CVV (Card Verification Value) adalah istilah milik Visa, sedangkan CVC (Card Verification Code) adalah istilah milik Mastercard.

  4. Di mana saya dapat menemukan CVV saya? 
    Kamu bisa menemukannya di bagian belakang kartu debit/kredit, biasanya tercetak dengan ukuran agak kecil di sebelah kanan panel tanda tangan putih. Untuk pengguna kartu digital (numberless), CVV dapat dilihat di dalam aplikasi mobile banking.

  5. Kenapa CVV harus sangat dirahasiakan? 
    Jika kode CVV ditambah nomor kartumu bocor ke tangan pencuri data, mereka bisa langsung memakainya untuk menguras saldo tabunganmu dengan berbelanja online secara ilegal, dan kamu tetap harus menanggung tagihan kerugian tersebut ke bank.

  6. Apa fungsi CVV di belakang kartu? 
    Fungsi utamanya adalah: 
    - Meningkatkan keamanan transaksi online
    - Memastikan orang yang sedang checkout di toko online adalah pemegang kartu fisik aslinya
    - Mencegah praktik penipuan kartu kredit.

  7. Bolehkah saya mengerok atau menutupi angka CVV di kartu fisik saya?
    Sangat boleh dan disarankan. Banyak pakar keamanan siber menyarankan nasabah untuk mencatat nomor CVV-nya di catatan aman, lalu menempelkan stiker khusus di atas angka CVV pada kartu fisik agar tidak mudah difoto oleh orang lain secara diam-diam.

  8. Bagaimana cara menjaga keamanan CVV secara maksimal? 
    ⁠Caranya sebagai berikut:
    - Selalu tutupi nomor CVV di kartu fisikmu dengan stiker
    - Jangan pernah memberikan kode CVV/OTP kepada penelepon asing
    - Jangan gunakan jaringan WiFi publik saat bertransaksi
    - Hindari menyimpan otomatis (save card details) data kartu kreditmu di browser atau aplikasi belanja yang keamanannya meragukan.

More from this category: Keterampilan di tempat kerja

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.