Mendapat panggilan interview kerja setelah mengirim banyak lamaran tentu jadi kabar yang membahagiakan.
Tapi, tak jarang undangan interview justru memicu rasa cemas tersendiri. Apakah kamu sedang merasakannya?
Gugup saat menghadapi interview itu wajar, kok. Semua calon karyawan pernah mengalaminya, termasuk level manajer sekalipun.
Dilansir dari Royal College of Nursing, gugup saat interview merupakan respons tubuh yang normal saat berada di mode persiapan menghadapi tantangan baru.
Namun, dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kamu bisa mengelola energi tersebut untuk bekal interview yang lebih siap.
Di bawah ini, Jobstreet by SEEK sudah menyiapkan panduan cara mengatasi gugup saat interview. Simak sampai akhir, yuk!
Gugup saat interview bisa menghambat performa kamu di hadapan HRD. Oleh karena itu, jangan pelihara emosi tersebut lama-lama.
Untuk mengatasi rasa cemas saat interview dengan sehat, kamu perlu memulainya dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
Berikut beberapa penyebab umum kegugupan saat interview:
Semua orang pasti ingin sukses menyelesaikan wawancara kerja. Namun, terkadang ada rasa takut akan gagal yang menyelinap di kepala.
Rasa takut gagal membuat pikiran dipenuhi skenario negatif. Akibatnya, fokus jadi buyar sebelum interview dimulai.
Jarang menghadapi wawancara membuat situasi terasa asing. Pasalnya, kamu belum terbiasa menjawab pertanyaan secara spontan.
Alhasil, tubuh pun bereaksi dengan tegang, jantung berdebar, atau tangan berkeringat.
Saat interview, kita sering merasa harus menjawab semua pertanyaan dengan sempurna.
Padahal, interview diadakan untuk menilai proses berpikir, bukan jawaban tanpa cela.
Tekanan internal inilah yang memicu kecemasan.
Lingkungan baru, waktu yang terbatas, atau HRD yang serius bisa membuat mental goyah. Interaksi formal sering terasa menegangkan.
Kombinasi berbagai faktor itu pada akhirnya bisa menimbulkan rasa gugup.
Setelah memahami penyebabnya, langkah berikutnya adalah mengenali bagaimana rasa gugup itu muncul.
Dengan mengenalinya lebih awal, kamu bisa segera mengambil langkah untuk menenangkan diri.
Berikut tanda-tanda fisik dan psikologis yang sering muncul sebelum dan saat interview berlangsung:
Detak jantung cepat bisa dideteksi dengan mudah saat kamu meraba denyut nadi di pergelangan tangan.
Kemudian, gejala berkeringat dapat dirasakan ketika tanganmu terasa lembap berlebihan.
Sementara itu, tangan gemetar biasanya dipicu karena pewawancara cenderung melihat gerakan tangan kandidat.
Gejala-gejala psikologis seperti ini biasanya membuatmu kesulitan berkonsentrasi, kehilangan kepercayaan diri, serta lebih susah berkomunikasi.
Baca Juga: Lagi Cari Kerja Online? Berikut Cara Mencari dan Tipsnya
Rasa gugup saat interview sebenarnya tidak sepenuhnya buruk, lho.
Menurut Charlotte Bull, seorang psikolog klinis dan terapis skema bersertifikat, rasa cemas ternyata mampu memotivasi kita untuk tampil lebih baik saat interview.
Ketika cemas, kita jadi memikirkan langkah-langkah antisipasi yang positif agar interview berjalan lancar.
Nah, berikut beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gugup saat interview:
Cara mengatasi gugup saat interview yang pertama adalah mempelajari berbagai pertanyaan yang sering diajukan pewawancara.
Contohnya:
Kamu bisa berlatih berbicara di depan cermin terlebih dahulu. Atau minta bantuan teman untuk berperan sebagai pewawancara dan menilai responsmu.
Alternatifnya, manfaatkan tools simulasi wawancara atau Practice Interview Builder di situs Jobstreet by SEEK.
Fitur tersebut menyajikan daftar pertanyaan umum yang sering diajukan HRD. Setelah menjawab, kamu bisa mendapatkan saran dan masukan yang terpersonalisasi.
Pertanyaan mengenai profil perusahaan hampir selalu muncul saat interview kerja. Memahami profil perusahaan dapat membantumu menyiapkan jawaban efektif.
Ada berbagai cara jitu untuk mencari informasi terkait profil perusahaan. Baik dari situs resminya maupun review orang yang pernah atau sedang bekerja di perusahaan tersebut.
Jangan lupa, persiapkan pertanyaan untuk pewawancara juga terkait perusahaan. Misalnya:
Kombinasi jawaban yang komprehensif terkait perusahaan, serta pertanyaan yang berbobot akan mencerminkan ketertarikanmu terhadap perusahaan.
Dilanis dari NCBI Bookshelf National Institutes of Health (NIH), teknik pernapasan merupakan metode relaksasi efektif untuk membantu mengatasi rasa gugup.
Berlatih relaksasi lewat pernapasan akan meningkatkan aliran oksigen ke otak dan organ-organ tubuh lainnya.
Gejala kecemasan pun pada akhirnya akan berkurang dan otak jadi lebih mudah diajak berpikir kreatif.
Untuk mengatasi rasa gugup, lakukan teknik pernapasan dalam. Cari posisi yang nyaman.
Tarik napas dalam melalui hidung, lalu hembuskan perlahan. Ulangi sebanyak tiga kali hingga tubuh terasa lebih rileks.
Untuk mengurangi rasa grogi, ubah pola pikir negatif menjadi lebih konstruktif.
Ganti pemikiran negatif seperti “aku pasti gagal” menjadi “aku sudah mempersiapkan diri dengan baik”.
Selain itu, arahkan perhatian pada kekuatan yang kamu punya. Alih-alih membuang waktu untuk memperbaiki kekurangan, ada baiknya eksplorasi kelebihan dan potensimu.
Lalu, gunakan kelebihan diri sebagai modal saat menjawab pertanyaan HRD. Ingat, fokus pada solusi, bukan kesalahan.
Bahasa tubuh berperan besar dalam membentuk kesan pertama di mata HRD. Postur tegak dan terbuka menunjukkan kepercayaan diri serta sikap profesional.
Jadi, pastikan kamu menunjukkan senyuman yang natural selama interview agar terkesan ramah dan hangat.
Jaga kontak mata secukupnya untuk membangun kredibilitas dan menunjukkan bahwa kamu fokus pada percakapan.
Baca Juga: 7 kesalahan wawancara yang menutup peluang kerja
Untungnya, keterampilan komunikasi yang efektif bisa dilatih.
Susun kalimat jawaban dari contoh pertanyaan wawancara yang jelas dan mudah dipahami.
Sampaikan secara terstruktur dan langsung ke inti. Siapkan poin utama sebelum interview agar tidak melebar.
Sampaikan juga contoh konkret seperti pengalaman handle pekerjaan sebelumnya agar lebih meyakinkan.
Sebelum menjawab, beri jeda dan atur tempo bicara tetap stabil. Tak kalah penting, hindari filler seperti “hm” atau “ah” supaya terdengar lebih percaya diri.
Datang lebih awal membantu mengurangi tekanan dan rasa terburu-buru. Kamu punya waktu untuk menenangkan diri sebelum interview dimulai.
Manfaatkan waktu tersebut untuk meninjau kembali CV, melakukan self-talk positif, dan menarik napas dalam.
Persiapan mental yang singkat ini bisa membuatmu lebih fokus dan siap saat sesi dimulai.
Visualisasi dapat membuat saraf lebih tenang melalui imajinasi, detail sensorik, dan pemberian trik pada otak.
Berikut langkah-langkah menerapkan teknik visualisasi untuk membangun rasa percaya diri sebelum interview:
Energi kegugupan bisa meningkatkan performa interview jika dipahami lebih dalam dan dimanfaatkan dengan baik
Tipsnya adalah ubah energi gugup menjadi antusiasme. Misalnya, dengan fokus pada aspek positif dalam situasi, atau mengganti kalimat “aku gugup” menjadi “aku antusias untuk tampil”.
Menyalahkan diri sendiri hanya akan mendorong monolog negatif dan harapan tak realistis.
Untuk mengatasinya, kelola harapanmu secara realistis. Sadari bahwa kamu tidak harus tampil sempurna, cukup tampil siap dan jujur menunjukkan kemampuan terbaikmu.
Baca Juga: 15+ Pertanyaan Jebakan Interview Kerja dan Tips Menjawabnya
Daripada menganggap rasa gugup saat interview sebagai kelemahan, kamu bisa melihatnya sebagai tanda bahwa kamu peduli dan ingin memberikan yang terbaik.
Dengan memahami penyebabnya serta menerapkan strategi yang tepat, rasa gugup bisa dikelola menjadi energi yang lebih positif.
Persiapan matang, pola pikir sehat, dan latihan interview akan membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Ingat, interview bukan tentang tampil sempurna, tetapi menunjukkan potensi dan kesiapan kerja secara jujur dan profesional.
Jadi, kelola rasa gugupmu dan ubah menjadi langkah awal menuju karier impian, ya!
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!