Menjelang akhir wawancara, pewawancara biasanya memberi kesempatan kepada kandidat untuk bertanya. Karena wawancara umumnya berlangsung sekitar satu jam, kandidat dapat mengajukan dua atau tiga pertanyaan.
Gunakan momen ini untuk mengajukan pertanyaan yang relevan, yang menunjukkan ketertarikan pada posisi sekaligus memberi gambaran tentang budaya kerja perusahaan
Kami berbincang dengan HR Expert dan Career Coach Lucia Mulati dari Merlo Indonesia mengenai pertanyaan-pertanyaan terbaik yang pernah ia terima. Berikut daftar pertanyaannya.
“Pertanyaan terbaik yang pernah saya terima adalah pertanyaan lanjutan dari topik yang dibahas ketika wawancara. Hal ini menunjukkan bahwa kandidat benar-benar mendengarkan dan tertarik pada pekerjaan yang dilamar.”
“Jawaban untuk pertanyaan ini bisa memberi gambaran tentang kondisi perusahaan, misalnya apakah pergantian karyawannya cukup tinggi. Kalau posisinya baru karena perusahaan sedang berkembang, itu biasanya jadi tanda yang baik. Kalau kosong karena ada promosi internal, itu juga menunjukkan adanya peluang pengembangan karier.”
“Pertanyaan ini membantu kandidat memahami prospek jangka panjang di perusahaan serta jenis pekerjaan yang akan mereka jalani. Pertanyaan seperti ini juga menunjukkan bahwa kandidat sudah melakukan riset tentang perusahaan dan membutuhkan informasi tambahan dari temuan tersebut. Selain itu, jawaban dari pertanyaan ini membantu kandidat memastikan apakah arah perusahaan ke depan selaras dengan prioritas dan kebutuhan mereka. Misalnya, jika mereka membutuhkan stabilitas sementara perusahaan menyebut akan melalui perubahan besar dalam lima tahun ke depan, hal tersebut perlu digali lebih jauh. Begitu pula jika kandidat tidak ingin sering bepergian sementara perusahaan berencana berekspansi ke pasar internasional, maka topik itu juga perlu ditanyakan lebih lanjut.”
“Pertanyaan ini membantu kandidat untuk mengetahui apakah pencapaian diukur dengan jelas dan benar-benar diapresiasi. Dari jawaban pewawancara, kandidat bisa melihat apa saja yang dianggap penting dalam posisi ini dan seperti apa budaya kinerjanya. Pertanyaan ini juga memberi gambaran tentang seberapa terstruktur perusahaan, nilai yang mereka pegang, dan seberapa kuat proses HR yang dimiliki.”
“Pertanyaan ini akan membantu kandidat untuk menilai kecocokan mereka dengan perusahaan. Jika pewawancara menyebutkan karakter-karakter yang dimiliki kandidat, artinya tingkat kecocokannya tinggi.”
“Pertanyaan soal budaya kerja menunjukkan bahwa kandidat juga mempertimbangkan aspek lain yang menunjang kenyamanan dan keamanan bekerja, termasuk aspek sosial. Dalam banyak tempat kerja di Indonesia, misalnya, terdapat penekanan pada nilai kebersamaan, seperti perayaan ulang tahun bersama, kegiatan internal, atau suasana kerja yang hangat. Selain itu, isu seperti fleksibilitas kerja, pengaturan kerja dari rumah, dan keseimbangan kerja juga semakin dicari. Hal-hal ini penting untuk diketahui agar kandidat dapat menilai apakah budaya kerja perusahaan sesuai dengan ekspektasi dan value diri.
“Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kandidat memiliki inisiatif dan sudah memikirkan bagaimana cara bekerja dengan calon atasan. Kandidat juga akan dinilai sebagai sosok yang fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai gaya kerja.”
Mengajukan pertanyaan yang tepat di akhir wawancara dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih matang, bukan sekadar meninggalkan kesan baik. Melalui tujuh pertanyaan ini, kita dapat memahami lebih jauh gaya kepemimpinan, ekspektasi kerja, peluang pengembangan, serta budaya kerja yang memengaruhi pekerjaan sehari-hari dan karier jangka panjang. Pilih pertanyaan yang paling relevan dan simak jawabannya dengan cermat. Dengan begitu, wawancara dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.