Gaji yang tinggi tidak menutup kemungkinan untuk mencari tempat kerja lainThe good thingsSaya bekerja sekitar 8 bulan di kantor, 5 bulan sebagai freelance dan 3 bulan sebagai full-timer. Ketika bekerja sebagai freelance, saya dapat memilih jadwal kerja sesuai dengan yang saya inginkan. Tentunya harus ada kesepakatan juga. Jadi flexibelitas ini sangat menyenangkan. Dengan demikian, jobdesc kerja juga jelas, tertata dan tidak perlu lembur. Suasana kolega disitu juga menyangkan.
The challengesHal yang menjadi kesulitan di perusahaan ini adalah, ketidakjelasan target sebuah project yang dilakukan setelah saya menjadi full-timer. Saya mendapat jobdesc baru, tentunya yang sesuai (designer). Namun, tidak adanya target dalam project ini membuat saya kemudian malah merasa apa yang saya lakukan tidak ada hasilnya. Padahal dengan gaji yang lumayan, seharusnya akan membuat karyawan tetap merasa betah bekerja disitu.