Karyawan di POSCO menghargai keseimbangan kerja-hidup yang relatif baik dengan jam kerja teratur, bonus kuartalan, dan kebijakan cuti yang relatif mudah, dengan sedikit gangguan di luar jam kerja kecuali jika atasan mereka seorang workaholic. Ada juga peluang untuk belajar banyak hal dengan menangani berbagai komoditas, yang dapat menjadi batu loncatan yang baik untuk karir di masa depan di industri tersebut.
Namun, ada beberapa tantangan potensial, termasuk lambatnya adaptasi perusahaan terhadap teknologi, dengan laptop kantor yang usang dan kurangnya investasi dalam alat untuk mendukung Work From Home. Ada juga budaya tradisional yang mengharuskan karyawan untuk tetap di kantor hingga pukul 5 sore, yang mungkin tidak cocok bagi mereka yang mendukung meritokrasi. Selain itu, kurangnya kejelasan mengenai perkembangan karir, dengan promosi yang tidak disertai dengan peningkatan tanggung jawab yang nyata, dan kecenderungan manajer ekspatriat untuk mengambil alih bisnis. Banyak ekspatriat juga tampaknya tidak menghargai protokol kesehatan, dengan masker sering hanya dipakai sebagai dekorasi. Lebih lanjut, ada kecenderungan komunikasi satu arah, dengan ekspatriat hanya ingin mendengar apa yang mereka inginkan, yang mengarah pada tuntutan yang tidak masuk akal.