Atlas Copco
    (15 ulasan)

    Gaji Atlas Copco

    Estimasi gaji di Atlas Copco

    Lihat kisaran gaji berdasarkan rata-rata industri atau iklan loker yang sebelumnya dipasang perusahaan ini di Jobstreet.
    Perlu diketahui bahwa semua angka gaji merupakan perkiraan dari Jobstreet. Informasi ini ditampilkan untuk membantu pengguna Jobstreet membandingkan gaji secara umum.

    Tingkat kepuasan gaji di Atlas Copco

    87%
    Ketika karyawan Atlas Copco ditanya tentang gajinya,87% karyawan menilai gajinya tinggi atau rata-rata

    Lowongan di Atlas Copco

    Berdasarkan aktivitas pencarian Anda

    at PT Atlas Copco Indonesia
    Jakarta Selatan, Jakarta Raya
    Here, your ideas are embraced, and you never stop learning.
    Here, your ideas are embraced, and you never stop learning.
    classification: TeknikTeknik
    6 hari yang lalu
    6 hari yang lalu

    at PT Atlas Copco Indonesia
    Jakarta Selatan, Jakarta Raya
    We´re everywhere! You get the support and inspiration you need to grow. Here, your ideas are embraced, and you never stop learning.
    We´re everywhere! You get the support and inspiration you need to grow. Here, your ideas are embraced, and you never stop learning.
    classification: PenjualanPenjualan
    6 hari yang lalu
    6 hari yang lalu

    Bagaimana rasanya bekerja di Atlas Copco?

    Ringkasan ulasan terbaru dari AI

    Karyawan di Atlas Copco menghargai lingkungan kerja yang ramah dan mendukung, dengan perlakuan yang sama dan tempat kerja yang bersih. Perusahaan menawarkan tunjangan kerja yang baik, termasuk fasilitas, bonus, dan peluang untuk pelatihan dan bekerja di luar negeri. Peluang pengembangan karir tersedia, dengan fokus pada pembelajaran dan pertumbuhan. Perusahaan juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, seperti jadwal bekerja dari rumah.

    Namun, beberapa karyawan merasa beban kerja terlalu tinggi, dengan ekspektasi jam kerja panjang dan harus selalu siap 24/7, terutama di peran penjualan. Ada juga tantangan dengan manajemen dan kebijakan, seperti peraturan yang berubah-ubah, pembatasan lembur, dan kendali terbatas atas pilihan akomodasi untuk perjalanan bisnis. Selain itu, struktur perusahaan dengan banyak divisi dan unit bisnis dapat membuat karyawan sulit untuk saling mengenal satu sama lain di seluruh organisasi.