Cocok bagi dosen muda.The good thingsWork-Life Balance. Tersedia ruang pengembangan diri melalui jenis pekerjaan yang sangat banyak dan menantang.
The challengesTidak heran nama UBM tidak muncul di portal Universitas2 ternama Jakarta. Kampus ini lebih fokus pada administrasi daripada kualitas dosen dan mahasiswanya. Dosen berkualitas dituntut untuk bekerja (mengerjakan KPI) berkualitas bukan tri-dharma berkualitas. Statement ini dibuktikan dari publikasi media (yang organik, bukan yang UBM bayar), hampir tidak ada prestasi dosen2 melaksanakan tri-dharma. Di samping itu, budaya di UBM lebih sering mentolerir karyawan/dosen yang tidak perform. Bahkan, karyawan/dosen berkualitas dituntut untuk back up pekerjaan karyawan/dosen lain yang tidak perform. Dengan demikian, sama saja artinya Anda perform hanya untuk mendapatkan pekerjaan lebih dan bukan numerisasi/tawaran promosi/fasilitas bonus tambahan.