PT Mahameru Centratama Spinning Mills didirikan di Bandung, pada tanggal 29 Januari 1975. Pada awal berdirinya, PT MCSM mengembangkan usaha dibidang pertenunan (weaving) lalu berkembang ke arah penyempurnaan tekstil (Dyeing & Finishing) hingga akhirnya masuk juga ke bidang pemintalan (Spinning). PT. Mahameru Centratama Spinning Mills melakukan ekspor pertamanya pada tahun 1980 berupa ekspor kain greige, lalu setelah itu pada tahun 1994 mulai mengekspor kain jadi. Dengan komitmen yang tinggi terhadap kualitas, PT MCSM pada saat ini telah memiliki pangsa market yang sangat luas. Hasil produksi yang diekspor pun sudah mencapai 70% dari total produksi yang berjalan. Selain itu, jumlah negara tujuan ekspor juga sudah meluas hingga mencapai 70 negara.
PT Mahameru Centratama Spinning Mills didirikan di Bandung, pada tanggal 29 Januari 1975. Pada awal berdirinya, PT MCSM mengembangkan usaha dibidang pertenunan (weaving) lalu berkembang ke arah penyempurnaan tekstil (Dyeing & Finishing) hingga akhirnya masuk juga ke bidang pemintalan (Spinning). PT. Mahameru Centratama Spinning Mills melakukan ekspor pertamanya pada tahun 1980 berupa ekspor kain greige, lalu setelah itu pada tahun 1994 mulai mengekspor kain jadi. Dengan komitmen yang tinggi terhadap kualitas, PT MCSM pada saat ini telah memiliki pangsa market yang sangat luas. Hasil produksi yang diekspor pun sudah mencapai 70% dari total produksi yang berjalan. Selain itu, jumlah negara tujuan ekspor juga sudah meluas hingga mencapai 70 negara.
PT Mahameru Centratama Spinning Mills didirikan di Bandung, pada tanggal 29 Januari 1975. Pada awal berdirinya, PT MCSM mengembangkan usaha dibidang pertenunan (weaving) lalu berkembang ke arah penyempurnaan tekstil (Dyeing & Finishing) hingga akhirnya masuk juga ke bidang pemintalan (Spinning). PT. Mahameru Centratama Spinning Mills melakukan ekspor pertamanya pada tahun 1980 berupa ekspor kain greige, lalu setelah itu pada tahun 1994 mulai mengekspor kain jadi. Dengan komitmen yang tinggi terhadap kualitas, PT MCSM pada saat ini telah memiliki pangsa market yang sangat luas. Hasil produksi yang diekspor pun sudah mencapai 70% dari total produksi yang berjalan. Selain itu, jumlah negara tujuan ekspor juga sudah meluas hingga mencapai 70 negara.