Perusahaan ini tidak cocok bagi yang mengharapkan sistem kerja yang sehat, penghargaan atas tenaga, dan kepemimpinan yang adil. Banyak karyawan bertahan hanya karena kebutuhan, bukan karena rasa dihargai.The good thingsSistem kerja sangat tidak manusiawi. Di lapangan, hanya diberi libur 1 hari setiap 2 minggu, dengan jam kerja harian antara 12–14 jam.
Lembur memang dihitung, tapi nilainya sangat kecil dan tidak sebanding dengan beban kerja yang diberikan.
Manajemen kantor tidak profesional dan penuh kepentingan pribadi. Banyak oknum lebih fokus pencitraan ke pihak Jepang daripada membela kepentingan pekerja lokal.
Pihak ekspatriat pun tidak lebih baik. Mereka terlalu perhitungan, kurang menghargai karyawan lokal, dan sering kali membuat keputusan sepihak tanpa memahami kondisi lapangan.
Tidak ada ruang aspirasi atau komunikasi dua arah. Kritik dianggap ancaman, dan lingkungan kerja penuh tekanan tanpa dukungan.
The challengesSistem kerja sangat tidak manusiawi. Di lapangan, hanya diberi libur 1 hari setiap 2 minggu, dengan jam kerja harian antara 11–12 jam.
Lembur memang dihitung, tapi nilainya sangat kecil dan tidak sebanding dengan beban kerja yang diberikan.
Manajemen kantor tidak profesional dan penuh kepentingan pribadi. Banyak oknum lebih fokus pencitraan ke pihak Jepang daripada membela kepentingan pekerja lokal.
Pihak ekspatriat pun tidak lebih baik. Mereka terlalu perhitungan, kurang menghargai karyawan lokal, dan sering kali membuat keputusan sepihak tanpa memahami kondisi lapangan.
Tidak ada ruang aspirasi atau komunikasi dua arah. Kritik dianggap ancaman, dan lingkungan kerja penuh tekanan tanpa dukungan.