Saya lulus dari Universitas Pancasila dengan gelar Sarjana di bidang Ilmu Komunikasi - Strategic Communication dan Saya merupakan individu yang memiliki berdedikasi yang tinggi, bersemangat, keterampilan komunikasi yang baik, motivasi tinggi, dan kemampuan tim yang kuat. Memiliki dalam bidang bekerja di perusahaan untuk mencari peluang dan memperluas pengetahuan dan pengalaman saya di dunia kerja. Selama masa studi, saya juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan di bidang Public Relations, seperti terlibat dalam penyelenggaraan event Nadaria Senja, event olahraga Communication Cup, serta dipercaya sebagai Ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pengalaman tersebut memperkaya keterampilan saya dalam mengelola komunikasi, membangun hubungan, serta mengembangkan strategi publikasi dan promosi sebuah acara.
Hal yang baikYang paling saya sukai saat bekerja di sebuah perusahaan besar seperti Indofood adalah kesempatan untuk terlibat langsung dalam membangun dan menjaga citra positif perusahaan yang sudah memiliki reputasi kuat di masyarakat. Sebagai Public Relation Assistant, saya akan sangat menikmati proses berinteraksi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, untuk menyampaikan pesan perusahaan secara efektif dan membangun hubungan yang harmonis dengan publik. Selain itu, saya juga menyukai tantangan dalam mengelola komunikasi strategis, seperti menyiapkan press release, mendukung event perusahaan, hingga merancang konten komunikasi yang kreatif dan relevan. Bagi saya, bekerja di Indofood akan memberikan ruang belajar yang luas sekaligus kebanggaan tersendiri karena bisa menjadi bagian dari perusahaan yang produknya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
TantanganTantangan yang saya lihat saat bekerja di Indofood adalah bagaimana menjaga konsistensi komunikasi perusahaan di tengah banyaknya opini publik dan dinamika media sosial yang sangat cepat berubah. Sebagai Public Relation Assistant, tentu diperlukan ketelitian, kecepatan respons, dan kreativitas agar pesan yang disampaikan tetap relevan, tepat sasaran, serta mencerminkan nilai perusahaan. Tantangan lainnya adalah mengelola ekspektasi dari berbagai pihak—mulai dari konsumen, media, hingga mitra bisnis—yang kadang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan kemampuan komunikasi yang kuat dan sikap profesional. Hal yang mungkin tidak saya sukai adalah ketika menghadapi situasi krisis atau komentar negatif dari publik yang bisa memengaruhi citra perusahaan. Namun, saya melihat hal itu bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar menangani krisis komunikasi dengan tepat, memperbaiki strategi, dan menunjukkan kualitas terbaik perusahaan.