Jobstreet Indonesia

Hal yang Bisa Dilakukan Jika Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Interview Kerja

Hal yang Bisa Dilakukan Jika Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Interview Kerja
Jobstreet tim konten – diperbarui pada 22 August, 2026
Share

Ringkasan:

  • Untuk mengurangi risiko tidak bisa menjawab pertanyaan interview kerja, lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan posisi sebelum menghadiri wawancara.
  • Tetap tenang, ambil napas, dan jangan ragu meminta waktu berpikir atau klarifikasi dari interviewer supaya pikiranmu tetap jernih saat menyusun jawaban.
  • Daripada mengarang jawaban, lebih baik mengakui keterbatasan pengetahuan secara jujur sambil menunjukkan keinginan kuat untuk belajar.
  • Tetap komunikatif dan jaga bahasa tubuh yang positif untuk menciptakan kesan baik di mata rekruter selama interview.

Pernahkah kamu merasa lidah tiba-tiba kaku saat berhadapan dengan HRD saat interview kerja? Persiapan matang terkadang belum cukup untuk membendung pertanyaan sulit yang muncul tiba-tiba. 

Memang, momen tegang saat interview sebenarnya hal yang sangat manusiawi dan sering terjadi.

Namun, kamu gak perlu khawatir karena ada cara yang bisa dilakukan saat tidak bisa menjawab saat interview. 

Dengan strategi yang tepat, pertanyaan tidak terduga bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada interviewer bahwa kamu mampu mengelola tekanan.

Yuk, simak apa saja hal yang dilakukan saat tidak tahu jawaban interview di sini!

Penyebab Tidak Bisa Menjawab saat Interview

Sebelum mempelajari cara yang bisa dilakukan saat tak bisa menjawab pertanyaan wawancara, ada baiknya kamu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu supaya dapat mencegahnya dengan baik.

Berikut beberapa pemicu yang paling umum:

Kurangnya Persiapan Sebelum Interview

Penyebab utama kegagalan menjawab biasanya berakar pada kurangnya persiapan sebelum jadwal wawancara dimulai.

Padahal, menurut penemuan dari Top Interview, mayoritas pemberi kerja menganggap minimnya persiapan sebagai kesalahan umum yang paling serius. 

Jika kamu tidak mengetahui tipe wawancara yang dilakukan oleh perusahaan, kamu akan kesulitan menghubungkan kemampuanmu dengan kebutuhan spesifik yang dicari oleh perusahaan tersebut.

Nervous atau Gugup yang Berlebihan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gugup sebelum dan saat berhadapan dengan interviewer sangatlah wajar.

Justru, kegugupan akan mendorongmu untuk melakukan persiapan ekstra dan memberikan performa terbaik.

Namun, apa pun yang berlebihan tentunya tidak baik. Hasil riset dari Powell, Stanley, dan Brown (2018) menemukan bahwa merasa terlalu gugup justru menurunkan performa komunikasi. 

Saat detak jantung meningkat dan tangan mulai berkeringat, otak cenderung sulit mengakses memori yang sudah kamu siapkan.

Akibatnya, jawaban yang seharusnya sederhana pun bisa terlupa begitu saja karena fokusmu terbagi oleh rasa takut.

Pertanyaan yang Tidak Terduga

Selain itu, pertanyaan yang tidak terduga sering kali muncul untuk menguji kemampuan berpikir kritis kamu secara spontan.

Misalnya, interviewer mungkin memberikan studi kasus yang belum pernah kamu temui di posisi pekerjaan sebelumnya. 

Ketidaksiapan menghadapi skenario asing ini bisa membuatmu langsung merasa jatuh mental di tengah proses.

Padahal, pertanyaan ini dirancang untuk melihat bagaimana kamu bereaksi terhadap situasi yang tidak pasti atau penuh tantangan.

Kurangnya Pengetahuan tentang Perusahaan atau Posisi

Kurangnya pengetahuan tentang perusahaan atau posisi yang dilamar juga bisa menjebak.

Contohnya, kamu mungkin sangat menguasai kemampuan teknis, tapi gagal memahami budaya kerja atau target jangka panjang perusahaan tersebut. 

Tanpa konteks yang kuat, jawabanmu akan terasa dangkal dan tidak menyentuh inti permasalahan yang ingin diselesaikan perusahaan.

Itulah mengapa kamu tidak boleh melewatkan tahap riset mendalam terhadap profil perusahaan.

Strategi Mengatasi Kebingungan Saat Interview

Jadi, apa saja cara yang bisa dilakukan saat tidak bisa menjawab saat interview?

Kamu dapat mencoba tips dan trik berikut untuk membalikkan situasi supaya lebih menguntungkanmu:

Tetap Tenang dan Tidak Panik

Langkah pertama dan yang terpenting, kamu harus tetap tenang. Jangan biarkan rasa panik dan ketegangan mulai menguasai dirimu hingga mengganggu komunikasimu.

Untuk menenangkan diri, tarik napas dalam-dalam dan embuskan secara perlahan agar kamu bisa memberikan oksigen tambahan ke otak.

Kemudian, tunjukkan ekspresi wajah yang tetap ramah. Ya, bahkan kalau kamu sedikit bingung dengan pertanyaan yang baru saja diajukan.

Meminta Interviewer Mengulang Pertanyaan

Jika kamu merasa tidak menangkap maksud pertanyaan yang diajukan, jangan ragu meminta interviewer untuk mengulang pertanyaan tersebut.

Lakukan hal ini dengan benar dan sopan, misalnya dengan kalimat "Mohon maaf, bolehkah Bapak/Ibu mengulang pertanyaannya kembali?"

Cara ini memberikanmu waktu tambahan beberapa detik untuk mencerna maksud di balik pertanyaan yang diberikan oleh mereka.

Mengulang pertanyaan juga memastikan bahwa kamu tidak memberikan jawaban yang melenceng jauh dari topik yang sedang dibahas.

Minta Waktu untuk Berpikir Sebelum Menjawab

Selanjutnya, kamu juga bisa meminta waktu sejenak untuk berpikir sebelum kamu benar-benar memberikan jawaban final.

Contohnya, dengan berkata, "Pertanyaan yang sangat menarik, bolehkah saya mengambil waktu sebentar untuk memikirkan jawabannya?”

Interviewer biasanya akan menghargai kejujuranmu yang ingin memberikan jawaban berkualitas daripada berbicara tanpa arah yang jelas.

Jeda waktu 5-10 detik tersebut sudah cukup bagi otak untuk menyusun poin-poin penting yang ingin kamu sampaikan.

Mengalihkan Fokus dengan Jawaban yang Relevan

Ilustrasi Hal yang Bisa Dilakukan Jika Tidak Bisa Menjawab saat Interview. (Image by freepik)

Cara yang bisa dilakukan saat tak bisa jawab wawancara berikutnya adalah memberikan jawaban berkaitan.

Contohnya, anggap saja kamu ditanya tentang software spesifik yang belum pernah kamu gunakan selama berkuliah atau di tempat kerja sebelumnya.

Dalam situasi tersebut, jangan langsung menyerah begitu saja. Justru, kamu bisa menjawab, “Saya belum menggunakan software A, tapi saya sangat mahir menggunakan software B yang fungsinya serupa." 

Respons tersebut menunjukkan bahwa kamu memiliki dasar pengetahuan yang kuat dan siap untuk mempelajari hal baru dengan cepat.

Jujur Ketika Tidak Tahu Jawaban

Terkadang, tak ada salahnya mengakui bahwa kamu benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan teknis yang sangat spesifik.

Namun, ada cara untuk melakukannya dengan baik dan benar agar kamu tetap memiliki kesan positif di mata pewawancara.

Misalnya, kamu dapat memberi jawaban, “Sejujurnya, saya belum memiliki informasi detail mengenai hal itu sekarang."

Lalu, jangan lupa sambung kalimatmu dengan kemauan untuk belajar, seperti "Namun, saya akan segera mempelajarinya setelah pertemuan ini berakhir." 

Kejujuran yang disertai inisiatif sedemikian rupa jauh lebih dihargai daripada mencoba mengarang jawaban yang justru akan terlihat salah.

Menggunakan Pengalaman Terdahulu untuk Menjawab

Selain kemampuan teknis yang relevan, kamu juga dapat memanfaatkan pengalaman terdahulu untuk menjawab pertanyaan yang terasa abstrak atau sulit didefinisikan secara teori.

Sebagai contoh, anggaplah interviewer menanyakan bagaimana kamu akan menyikapi situasi tertentu di tempat kerja.

Di saat seperti itu, kamu bisa membalas, “Meskipun saya belum pernah menghadapi situasi X, di pekerjaan lama saya pernah menangani situasi Y." 

Kemudian, ceritakan bagaimana cara kamu menyelesaikan masalah tersebut dan hasil positif apa yang berhasil kamu capai saat itu menggunakan metode STAR.

Sebab, menggunakan cerita nyata membuat jawabanmu terasa lebih kredibel.

Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri saat Interview

Agar bisa menerapkan berbagai strategi di atas, kamu wajib meningkatkan kepercayaan diri terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Berikut beberapa di antaranya:

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri

Kepercayaan diri dimulai dengan cara mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri secara jujur dan mendalam.

Lakukan analisis SWOT pribadi untuk memetakan apa yang menjadi senjata utamamu dan bagian mana yang perlu ditingkatkan.

Dengan mengetahui kekuranganmu, kamu tidak akan mudah goyah saat interviewer mencoba menggali titik lemah dalam CV-mu.

Kamu justru bisa menjelaskan langkah apa saja yang sudah kamu ambil untuk memperbaiki kekurangan tersebut secara konsisten.

Menggunakan Bahasa Tubuh yang Positif

Tak kalah penting, tunjukkan bahasa tubuh yang positif untuk memancarkan aura kompeten dan ramah sejak pertama kali masuk ruangan.

Bahasa tubuh yang terbuka juga akan membuatmu merasa lebih percaya diri secara psikologis dan membangun koneksi dengan interviewer.

Duduklah dengan tegak dan tetap rileks, jangan sembunyikan tangan di bawah meja, lalu jangan lupa untuk menjaga kontak mata yang natural dengan lawan bicara. 

Hindari menyilangkan tangan di depan dada atau melakukan gerakan gelisah seperti mengetuk-ngetukan jari di atas meja. 

Berlatih dengan Mentor atau Rekan

Berlatih dengan mentor atau rekan kerja terpercaya melalui sesi mock interview juga sangat efektif untuk mengasah ketajaman jawaban kamu.

Mintalah mereka memberikan masukan yang jujur mengenai cara bicaramu, nada suara, hingga durasi jawaban yang kamu berikan.

Semakin sering kamu berlatih menjawab pertanyaan sulit, semakin terbiasa otakmu untuk berpikir jernih di bawah tekanan nyata.

Latihan ini juga membantu mengurangi frekuensi kata-kata pengisi seperti "um," “anu,” atau “eh” yang bisa mengganggu aliran bicara.

Mempersiapkan Mental untuk Menghadapi Kegagalan

Dengan persiapan yang matang sekalipun, tak menutup kemungkinan kamu bisa ditolak untuk pekerjaan tersebut setelah menjalani proses wawancara.

Namun, jangan khawatir karena itu bukanlah akhir dari segalanya.

Manfaatkan kesempatan ini untuk mengubah mindset dengan memandang setiap interview sebagai sarana belajar, bukan satu-satunya penentu harga diri. Dengan kata lain, menerapkan growth mindset.

Tanamkan juga pola pikir bahwa jika pekerjaan ini bukan untukmu, pasti ada kesempatan lain yang lebih sesuai nantinya.

Dengan menurunkan beban ekspektasi yang berlebihan, kamu akan merasa lebih tenang dan jujur saat menjawab setiap pertanyaan.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Tidak Bisa Menjawab

Ilustrasi Hal yang Bisa Dilakukan Jika Tidak Bisa Menjawab saat Interview. (Image by freepik)

Meskipun tidak bisa menjawab pertanyaan sulit dari interviewer, sebaiknya kamu tidak melakukan hal-hal di bawah ini:

Jangan Mengarang Jawaban yang Tidak Benar

Sebaiknya kamu tidak mengarang jawaban yang salah atau memberikan informasi palsu.

Alasannya, interviewer yang berpengalaman biasanya memiliki insting kuat untuk mendeteksi kapan seorang pelamar sedang berbohong atau membual. 

Sekali saja kamu ketahuan berbohong, kredibilitasmu akan langsung hancur dan kesempatanmu untuk diterima akan hilang seketika itu juga.

Lebih baik mengakui keterbatasan pengetahuan daripada terjebak dalam kebohongan yang kamu buat sendiri selama wawancara berlangsung.

Menghindari Sikap Pasif atau Terlalu Banyak Diam

Tak kalah penting, hindari juga sikap pasif atau terlalu banyak diam yang bisa menciptakan suasana canggung dan tidak nyaman.

Apalagi, data dari NovoResume menunjukkan bahwa 32% job seeker gagal di tahap wawancara karena tidak menunjukkan sikap antusias. 

Kalau kamu hanya diam membisu saat tidak tahu jawaban, interviewer akan menganggap kamu tidak memiliki minat atau usaha.

Berusahalah untuk tetap komunikatif, meskipun hanya untuk mengklarifikasi pertanyaan atau meminta arahan lebih lanjut.

Meminta Penjelasan Tambahan dengan Nada Tidak Sopan

Terakhir, jangan pernah meminta penjelasan tambahan dengan nada bicara yang tidak sopan atau terlihat menantang.

Hindari kalimat seperti "Pertanyaannya tidak jelas" atau "Apa maksudnya, sih?" 

Alasannya, respons tersebut bisa merusak hubungan profesional yang sedang dibangun.

Sebaliknya, gunakan nada bicara yang rendah, tenang, dan tunjukkan bahwa kamu benar-benar ingin memahami pertanyaan mereka dengan baik. 

Sikap rendah hati dan penuh rasa hormat akan selalu meninggalkan kesan positif, apa pun hasil akhirnya nanti.

Kesimpulan

Menghadapi situasi tidak bisa menjawab pertanyaan saat interview memang mendebarkan. Namun, bukan berarti perjalanan kariermu berakhir di sana. 

Jangan berdiam saja ketika kamu berhadapan dengan pertanyaan yang sulit dijawab.

Justru, kamu perlu menerapkan cara yang bisa dilakukan saat tidak bisa menjawab saat interview seperti tetap tenang, meminta klarifikasi, mengalihkan fokus dengan skill dan pengalaman yang relevan. 

Jika diperlukan, kamu juga bisa jujur mengakui bahwa kamu tidak mengetahui jawabannya. Namun, sebelum interview, ada baiknya kamu mempersiapkan diri.

Kuncinya adalah melakukan riset terhadap perusahaan dan peran yang kamu tuju, sering berlatih menjawab pertanyaan wawancara dengan orang terpercaya, dan menanamkan mindset bahwa gagal interview bukan berarti kamu tidak kompeten.

Ingatlah bahwa proses interview adalah dialog dua arah yang juga menguji kecocokan karaktermu dengan budaya perusahaan tersebut.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Interview Kerja

  1. Bagaimana Jika Saya Membuat Kesalahan dalam Jawaban?
    ⁠
    Jangan panik, segera akui kesalahanmu dengan tenang, dan berikan koreksi yang benar saat itu juga. Jika kamu baru menyadarinya setelah interview selesai, kamu bisa menyebutkan sedikit klarifikasi dalam pesan follow-up yang kamu kirimkan.
  2. Apakah Tidak Menjawab Satu Pertanyaan Akan Mengurangi Nilai?
    ⁠
    Belum tentu, karena cara kamu mengelola situasi tersebut sering kali lebih penting daripada jawaban itu sendiri.
  3. Apakah Saya Harus Selalu Menjawab Meskipun Tidak Tahu?
    ⁠
    Jangan memaksakan diri menjawab dengan mengarang karena kejujuran jauh lebih dihargai oleh interviewer. Lebih baik mengakui keterbatasanmu, dan sampaikan keinginan kuatmu untuk segera mempelajari jawaban dari pertanyaan tersebut.
  4. Bagaimana Menjawab Pertanyaan yang Bersifat Pribadi?
    ⁠
    Tanggapi dengan sopan dan tetap profesional sambil menarik kembali topik pembicaraan ke arah relevansi pekerjaan. Kamu bisa menjawab secara diplomatis tanpa harus memberikan detail yang membuatmu merasa tidak nyaman atau melanggar privasi.

More from this category: Interview pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.