Sering kali, nasib sebuah lamaran kerja ditentukan oleh kelengkapan dokumen yang luput dari perhatian pelamar.
Lampiran surat lamaran berfungsi sebagai penyaring awal yang membedakan antara kandidat yang siap kerja dan yang hanya sekadar mencoba.
Di mata HRD, lampiran merupakan bukti otentik yang menentukan apakah kompetensimu layak diuji ke tahap berikutnya atau tidak.
Lantas, apa saja yang harus dilampirkan pada surat lamaran kerja? Temukan jawabannya dalam artikel ini.
Surat lamaran kerja adalah surat formal yang dikirim oleh pelamar atau pencari kerja untuk melamar kerja di suatu perusahaan, organisasi, maupun instansi lainnya.
Perusahaan biasanya akan meminta pelamar untuk melampirkan beberapa dokumen sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.
Masing-masing lowongan kerja bisa mensyaratkan jenis lampiran yang berbeda.
Namun, lampiran yang diminta akan berhubungan dengan identitas pelamar secara menyeluruh.
Mulai dari CV, ijazah, transkrip nilai, dan dokumen-dokumen lain yang dapat menunjukkan kompetensi pelamar, seperti portfolio atau sertifikat keahlian tertentu.
Keputusan perekrut untuk meloloskan atau menggugurkan pelamar sedikit banyak dipengaruhi oleh lampiran surat lamaran kerja.
Lampiran ini berfungsi sebagai seleksi tahap awal untuk menilai apakah pelamar memiliki kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dilamar atau tidak.
Dari lampiran surat lamaran kerja, HRD juga bisa menggali potensi pelamar yang mungkin belum terlihat jelas apabila hanya mengacu kepada surat lamaran saja.
Baca juga: Tips Menulis Surat Lamaran Kerja Bagi Para Fresh Graduate!
Ada beberapa dokumen yang lazim dilampirakan dalam surat lamaran kerja. Beberapa di antaranya, yaitu:
Curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup adalah jenis lampiran surat lamaran yang pasti diminta oleh perekrut.
Fungsi dokumen ini adalah sebagai data diri dan latar belakang pelamar yang kemudian akan dikonfirmasi melalui lampiran-lampiran lainnya.
Daftar riwayat hidup yang baik harus mencantumkan:
Buatlah CV seringkas mungkin dengan tetap mencantumkan informasi yang relevan dengan posisi yang dilamar, termasuk pas foto terbaru.
Biasanya, perekrut akan meminta fotokopi KTP untuk cross check terhadap identitas pelamar pada CV dengan data kependudukan.
Untuk mengirim surat lamaran kerja via email, sertakan hasil scan KTP (paspor jika perusahaan dari luar negeri) dalam format pdf.
Meskipun tidak selalu, salinan ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir jadi salah satu lampiran yang cukup sering diminta oleh perekrut.
Salinan ijazah dan transkrip nilai digunakan sebagai pembuktian apakah pelamar memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Lowongan pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu akan meminta pelamar untuk melampirkan sertifikat yang relevan.
Sebagai contoh, lowongan yang membutuhkan keahlian berbahasa Inggris akan meminta pelamar mencantumkan hasil uji kompetensi Bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL.
Tujuannya untuk memvalidasi apakah pelamar punya kompetensi yang sesuai dengan syarat yang dicantumkan.
Dalam dunia kerja, portofolio merujuk kepada dokumen yang berisi tentang pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Dalam konteks profesi kreatif, portofolio mengacu kepada karya-karya yang telah dibuat sebelumnya.
Idealnya, portofolio kreatif harus menunjukkan kemampuan yang dikuasai dengan baik dan diperbarui secara berkala.
Masing-masing pekerjaan atau profesi membutuhkan keahlian dan keterampilan yang berbeda. Jadi, lampiran yang diminta pun disesuaikan dengan kualifikasi.
Berikut beberapa contoh lampiran yang umum diminta oleh berbagai profesi:
Untuk para pelamar atau pencari kerja yang baru menyelesaikan pendidikan, lampiran yang diminta oleh perekrut biasanya seputar CV, salinan kartu identitas, serta salinan ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir.
Pelamar juga dipersilakan untuk melampirkan sertifikat yang relevan.
Lampirkan juga pengalaman magang, baik secara mandiri maupun melalui program magang dari kampus.
Untuk profesional berpengalaman, lampiran surat lamaran pekerjaan cenderung berfokus pada dokumen yang relevan dengan pengalaman yang bersangkutan.
Dokumen yang dimaksud termasuk—tapi tidak terbatas pada—sertifikat keahlian khusus, portofolio, hingga penghargaan yang pernah dicapai.
Jika posisi yang dilamar berkaitan dengan kegiatan akademik, seperti dosen atau peneliti, HRD juga sering meminta daftar karya tulis ilmiah yang pernah dipublikasikan.
Sementara bagi pekerja lepas atau freelancer yang ingin melamar pekerjaan tetap, lampirannya hampir sama dengan profesional berpengalaman.
Fokus pada sertifikat keahlian dan portofolio yang menunjukkan proyek pekerjaan yang pernah ditangani sebelumnya.
Selain itu, cantumkan testimoni klien sebagai validasi kompetensi.
Pekerja kreatif pun hampir sama, tetapi titik beratnya lebih diarahkan ke portofolio.
Jika berkarya secara digital, cantumkan juga program atau aplikasi apa yang biasa digunakan ketika membuat suatu karya.
Baca Juga: Contoh Body Email Lamaran Kerja: Ini Isi dan Cara Menulisnya
Lampiran berupa data diri, pengalaman kerja, dokumen akademik, sertifikat, maupun portofolio akan menjadi bahan pertimbangan yang penting bagi perekrut untuk memutuskan akan meloloskan kandidat atau tidak.
Jadi, pastikan kamu memperhatikan dan menyusun tiap lampiran dengan cermat, ya.
Cek lagi tanggal kedaluwarsa pada sertifikat, apakah summary pada CV sudah stand out, hingga perihal pas foto terbaru (jika dipersyaratkan).
Dengan begitu, kamu bisa lebih percaya diri saat mengirim berkas lamaran kerja.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!